SUN 9 Seri Lelang Rp 40 Triliun, Penawaran Rp 74,95 Triliun
Gambar atau konten salah?
Jakarta, 28 April 2026 – Kementerian Keuangan, dipimpin oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, menutup proses lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini. Sebanyak sembilan seri SUN dibuka bagi para investor.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, menyatakan bahwa lelang ini menghasilkan Rp 40 triliun bagi kementerian. Ia menambahkan bahwa total penawaran yang masuk mencapai Rp 74,95 triliun.
“Total penawaran yang masuk sebesar Rp 74.951.400.000.000. Total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan adalah Rp 40.000.000.000.000,” tulis keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu pada Rabu (29 April 2026).
Seri-seri yang ditawarkan meliputi: SPN01260530 (penerbitan baru), SPN12260730 (pembukaan kembali), SPN12270429 (penerbitan baru), serta delapan seri FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, FR0105 yang semuanya merupakan pembukaan kembali. Lelang dilakukan melalui sistem Bank Indonesia.
Seri FR0109 menjadi yang paling banyak diserap. Pemerintah memenangkan Rp 15,75 triliun dari penawaran masuk Rp 34,74 triliun. Imbal hasil rata‑tengah tertimbang yang dimenangkan adalah 6,63518 % dengan jatuh tempo 15 Maret 2031.
Seri FR0107 selanjutnya diserap Rp 5,15 triliun dari penawaran Rp 7,05 triliun. Yield rata‑tengah tertimbang tercatat 6,74984 % dan jatuh tempo 15 Agustus 2045.
Seri SPN12270429 (penerbitan baru) menghasilkan Rp 4,4 triliun dari penawaran Rp 4,56 triliun. Yield rata‑tengah tertimbang 5,55000 % dengan jatuh tempo 29 April 2027.
Seri FR0102 diserap Rp 3,6 triliun dari penawaran Rp 4,2 triliun. Yield rata‑tengah tertimbang 6,86479 % dan jatuh tempo 15 Juli 2054.
Seri FR0108 diserap Rp 3,25 triliun dari penawaran Rp 9,22 triliun. Yield rata‑tengah tertimbang 6,80995 % dengan jatuh tempo 15 April 2036.
Seri FR0106 menghasilkan Rp 2,7 triliun dari penawaran Rp 4,69 triliun. Yield rata‑tengah tertimbang 6,81832 % dan jatuh tempo 15 Agustus 2040.
Seri SPN12260730 (pembukaan kembali) diserap Rp 2,4 triliun dari penawaran Rp 3,19 triliun. Yield rata‑tengah tertimbang 5,40000 % dengan jatuh tempo 30 Juli 2026.
Seri FR0105 diserap Rp 1,75 triliun dari penawaran Rp 3,85 triliun. Yield rata‑tengah tertimbang 6,87996 % dan jatuh tempo 15 Juli 2064.
Terakhir, seri SPN01260530 (penerbitan baru) menghasilkan Rp 1 triliun dari penawaran Rp 3,44 triliun. Yield rata‑tengah tertimbang 4,89000 % dengan jatuh tempo 30 Mei 2026.
Dengan total penerimaan Rp 40 triliun, lelang SUN ini menambah cadangan dana pemerintah. Yield rata‑tengah tertimbang di atas 6 % menunjukkan tingkat pengembalian yang cukup menarik bagi investor, sementara jatuh tempo yang tersebar hingga 2064 memberi fleksibilitas bagi manajemen utang negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
BBM Subsidi Tetap Stabil, Harga Tidak Naik Meski Minyak Naik
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
