Suporter Piala Dunia 2026 Terpukau Saus Ranch hingga Es Batu

Rudi H. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Suporter Piala Dunia 2026 Terpukau Saus Ranch hingga Es Batu

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Selama Piala Dunia 2026, ribuan suporter dari berbagai negara berbondong-bondong ke Amerika Serikat. Mereka tidak hanya menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga merasakan pengalaman kuliner yang tak terduga. Yang menarik perhatian bukanlah hidangan mewah atau restoran bintang lima. Justru makanan sehari-hari yang dianggap biasa oleh warga lokal Amerika-lah yang membuat para turis mancanegara terpukau.

Dari saus salad hingga restoran cepat saji, berikut lima makanan dan kebiasaan kuliner Amerika yang paling mengejutkan pengunjung Piala Dunia 2026, sebagaimana dilaporkan oleh The Take Out pada 08 Juli 2026.

1. Saus Ranch: Dari Saus Salad Jadi Oleh-Oleh Wajib

Saus ranch adalah saus salad khas Amerika. Rasanya creamy, teksturnya kental. Campurannya buttermilk dan mayones. Biasanya dipakai untuk salad, tapi orang Amerika juga suka mencelupkan ayam goreng atau camilan lain ke dalamnya. Siapa sangka, saus sederhana ini menjadi salah satu topik paling ramai selama Piala Dunia 2026.

Seorang suporter asal Swedia bernama Elsa mengunggah pengalamannya di media sosial X setelah pertama kali mencicipi saus ranch. "Kenapa tidak ada yang memberi tahu kalau saus ranch seenak ini? Eropa, kita butuh ranch secepatnya," tulisnya. Unggahan itu langsung memicu antusiasme. Banyak suporter lain ikut-ikutan membeli saus ranch untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Bahkan, otoritas keamanan bandara Amerika Serikat mengingatkan bahwa saus ranch termasuk cairan. Jadi, jika ingin dibawa pulang, harus dimasukkan ke bagasi, bukan kabin.

2. Waffle House: Restoran 24 Jam yang Jadi Ikon

Bagi banyak suporter, makan di Waffle House bukan sekadar mengisi perut. Ini pengalaman yang tak kalah penting dibanding menonton pertandingan bola. Waffle House adalah restoran yang buka 24 jam. Keberadaannya sudah menjadi ikon kuliner di Amerika karena ada di mana-mana. Suasana restoran ini dianggap mewakili gambaran restoran Amerika yang selama ini hanya mereka lihat di film.

Salah satu penggemar sepak bola asal Jerman, @FreddyLA7, membagikan pengalamannya di media sosial setelah pertama kali berkunjung ke Waffle House. Ia memberi penilaian sempurna dan mengatakan akan kembali makan di sana. Unggahan itu viral. Bahkan, mantan pemain NFL, J.J. Watt, memberikan hadiah menginap di hotel mewah kepadanya.

3. Biscuits and Gravy: Sarapan yang Membingungkan Turis Inggris

Menu sarapan khas Amerika, biscuits and gravy, juga menjadi perbincangan hangat. Biscuit di sini bukan biskuit kering seperti yang biasa dikenal. Ini adalah sejenis kue berbentuk scone. Disajikan dengan saus atau gravy yang terbuat dari susu, mentega, kaldu, dan potongan sosis babi.

Banyak suporter asal Inggris yang kebingungan saat pertama kali melihat hidangan ini. Seorang pengguna X bahkan memberi keterangan pada fotonya, "Scone dan jamur untuk sarapan?" Mereka mengira roti biscuits mirip scone. Sedangkan saus gravy putih dianggap menyerupai saus jamur. Padahal, jelas berbeda.

4. Es Batu Melimpah: Pengalaman Baru yang Berkesan

Satu hal lagi yang membuat banyak suporter mancanegara terkesan adalah melimpahnya es batu. Di restoran, hotel, hingga minimarket Amerika Serikat, es batu tersedia di mana-mana. Berbeda dengan banyak negara Eropa yang jarang menyediakan mesin pembuat es, minuman di Amerika hampir selalu disajikan dengan es dalam jumlah banyak.

Seorang turis asal Skotlandia bahkan mengunggah video mesin es otomatis. "Wah, ini benar-benar mengubah cara pandang saya. Rasanya saya tidak ingin kembali seperti dulu," katanya. Pengalaman sederhana seperti mendapatkan es batu gratis ternyata menjadi salah satu hal paling berkesan selama berada di Amerika.

5. Taco Bell: 'Tanah Suci' Makanan Cepat Saji

Jaringan restoran cepat saji Taco Bell di Amerika juga berhasil mencuri perhatian. Penggemar sepak bola asal Jerman yang sama, @FreddyLA7, bahkan menyebut Taco Bell sebagai 'tanah suci' untuk makanan cepat saji di Amerika. Katanya, makanan di sana sangat lezat.

Meski Taco Bell sebenarnya sudah memiliki cabang di beberapa negara Eropa seperti Inggris, Spanyol, dan Belanda, banyak turis mengaku pengalaman menikmati Taco Bell langsung di Amerika terasa berbeda. Menu bergaya Meksiko dengan cita rasa khas Amerika itu menjadi salah satu destinasi kuliner yang banyak dicoba oleh suporter bola dari berbagai negara selama mengikuti kemeriahan Piala Dunia 2026.

Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik kuliner Amerika justru terletak pada kesederhanaannya. Bukan hidangan rumit yang membuat orang terkesan, melainkan saus, restoran 24 jam, sarapan unik, es batu gratis, dan fast food yang terasa lebih otentik. Semua itu menjadi bagian dari pengalaman budaya yang tak terlupakan bagi para pengunjung Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026Kuliner AmerikaSaus RanchWaffle HouseBiscuits and Gravy

Komentar

Memuat komentar...