Talud Sungai Widodaren Lumbungmas Longsor, Jalan Terbatas
Gambar atau konten salah?
Semalam, talud atau dinding sayap jembatan Sungai Widodaren di Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, longsor akibat hujan deras. Talud setinggi 3 meter terlepas dan mengalir ke sungai, menurunkan bagian jalan yang menuju jembatan.
Di lokasi, petugas pukul 10.00 WIB menemukan sisa longsor masih menempel di tebing. Jalan dari Lumbungmas ke Dukuh Morotoko, Desa Watesaji, kini hanya tersisa setengah. Warga menanam dua pohon pisang di pinggir talud dan menempelkan spanduk dengan tulisan “imbauan agar berhati-hati bagi warga yang melintas”.
Menurut Kepala Desa Lumbungmas, Sutik, longsor terjadi karena curah hujan deras yang mulai turun sejak Senin (30 Maret 2026) malam. Ia menjelaskan, “Semalam hujan yang lebat dan disertai petir, pada waktu Magrib pukul 18.30 WIB sungai sebenarnya tidak banjir besar hanya banjir kecil karena fondasi terlalu tua, karena pembangunan sudah tahun 1990-an, sehingga pun sudah agak retak-retak dengan hujan lebat dan terjadi seperti ini longsor di tebing sayapan Sungai Widodaren Desa Lumbungmas, Kecamatan Pucakwangi,”. Sutik menambahkan bahwa akses jalan ini merupakan satu-satunya bagi warga. Jika tidak lewat sini, warga harus memutar melintas wilayah Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, yang jaraknya puluhan kilometer.
Ia juga mengimbau kendaraan berat, “Untuk truk kami imbau tidak melewati dulu. Untuk mobil kecil masih bisa melewati,”. Sutik mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pati, sebab jalan ini menjadi kewenangan pemerintah daerah. Ia berharap perbaikan segera dilakukan, “Tadi pagi sudah disurvei dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pati karena ini kewenangan dari Pemkab Pati. Harapan kami untuk segera ditanggul kembali karena ini akses satu-satunya warga Watesaji.”
Salah satu pengguna jalan bernama Singgih mengungkapkan keprihatinannya. Ia berharap ruas jalan ke jembatan ini segera diperbaiki. Ia mengaku khawatir titik longsor semakin luas hingga memutus jembatan. “Khawatir kalau tidak segera diperbaiki longsor semakin meluas dan memutuskan jembatan Sungai Widodaren,” ujarnya.
Keadaan ini menyoroti betapa pentingnya infrastruktur jalan bagi komunitas kecil. Tanpa perbaikan, akses ke wilayah sekitarnya akan terhambat, memaksa warga melakukan perjalanan jauh melalui rute alternatif. Perbaikan talud dan jalan akan memulihkan konektivitas dan mengurangi risiko kecelakaan di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
