Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Gambar atau konten salah?
04 Juni 2026 jatuh pada 18 Dzulhijjah 1447 H. Banyak umat Islam yang ingin mengetahui tanggal Hijriah hari ini agar bisa menyesuaikan ibadah dan perayaan keagamaan. Konversi tanggal ini biasanya dilakukan dengan merujuk pada data yang disusun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kalender Hijriah dan kalender Masehi tidak menggunakan sistem hitung yang sama. Kalender Hijriah berbasis lunar, sedangkan kalender Masehi lunar‑solar. Karena itu, satu bulan Hijriah biasanya lebih pendek sekitar 10–12 hari dibandingkan satu bulan Masehi. Akibatnya, tanggal Hijriah bergeser setiap tahun dalam kalender Masehi.
Berikut rincian konversi tanggal Hijriah untuk bulan Juni 2026, berdasarkan data Kemenag:
- 01 Juni 2026 – 15 Dzulhijjah 1447 H
- 02 Juni 2026 – 16 Dzulhijjah 1447 H
- 03 Juni 2026 – 17 Dzulhijjah 1447 H
- 04 Juni 2026 – 18 Dzulhijjah 1447 H
- 05 Juni 2026 – 19 Dzulhijjah 1447 H
- 06 Juni 2026 – 20 Dzulhijjah 1447 H
- 07 Juni 2026 – 21 Dzulhijjah 1447 H
- 08 Juni 2026 – 22 Dzulhijjah 1447 H
- 09 Juni 2026 – 23 Dzulhijjah 1447 H
- 10 Juni 2026 – 24 Dzulhijjah 1447 H
- 11 Juni 2026 – 25 Dzulhijjah 1447 H
- 12 Juni 2026 – 26 Dzulhijjah 1447 H
- 13 Juni 2026 – 27 Dzulhijjah 1447 H
- 14 Juni 2026 – 28 Dzulhijjah 1447 H
- 15 Juni 2026 – 29 Dzulhijjah 1447 H
- 16 Juni 2026 – 30 Dzulhijjah 1447 H
- 17 Juni 2026 – 31 Dzulhijjah 1447 H
- 18 Juni 2026 – 01 Muharram 1448 H
- 19 Juni 2026 – 02 Muharram 1448 H
- 20 Juni 2026 – 03 Muharram 1448 H
- 21 Juni 2026 – 04 Muharram 1448 H
- 22 Juni 2026 – 05 Muharram 1448 H
- 23 Juni 2026 – 06 Muharram 1448 H
- 24 Juni 2026 – 07 Muharram 1448 H
- 25 Juni 2026 – 08 Muharram 1448 H
- 26 Juni 2026 – 09 Muharram 1448 H
- 27 Juni 2026 – 10 Muharram 1448 H
- 28 Juni 2026 – 11 Muharram 1448 H
- 29 Juni 2026 – 12 Muharram 1448 H
- 30 Juni 2026 – 13 Muharram 1448 H
Dengan melihat tabel di atas, kita dapat mengetahui bahwa bulan Juni 2026 mencakup dua bulan Hijriah: Dzulhijjah 1447 H dan Muharram 1448 H. Hal ini penting bagi yang ingin menyiapkan ibadah di bulan Dzulhijjah, seperti puasa, takbir, dan kurban.
Berikut amalan sunnah yang dianjurkan di bulan Dzulhijjah, berdasarkan buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid:
- Puasa Dzulhijjah – Disunnahkan berpuasa selama sembilan hari pertama, yaitu tanggal 1‑9 Dzulhijjah. Puasa ini termasuk amalan shalih yang dianjurkan di bulan ini. Ummul Mu'minin Hafsah menuturkan, “Sesungguhnya, Rasulullah SAW berpuasa Asyura, sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dan tiga hari pada setiap bulan.” (HR. Abu Dawud).
- Puasa Arafah – Dilaksanakan pada hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Hari ini dianggap penuh keutamaan, termasuk hari pengampunan dosa dan wukuf bagi jamaah haji. Aisyah bersabda, “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka, melainkan hari Arafah. Sesungguhnya, Allah mendekat dan berbangga di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, 'Apa yang mereka inginkan?'” (HR. Muslim). Rasulullah SAW menganjurkan orang yang tidak haji untuk berpuasa di hari Arafah. Hadits dari Abu Qatadah menjelaskan, “Puasa Arafah menghapus dosa tahun yang lalu dan tahun yang akan datang.” (HR. Muslim).
- Bertakbir – Memperbanyak takbir, tahlil, tasbih, istighfar, dan doa dianjurkan di bulan Dzulhijjah. Dzikir dianggap ibadah yang sangat dianjurkan setiap waktu. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir menjelang Idul Adha dan hari-hari tasyrik. Imam Bukhari mencatat, “Ibnu Abbas berkata, 'Berdzikirlah kalian kepada Allah di hari-hari yang ditentukan, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan juga pada hari-hari Tasyriq.'” Ibnu Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah.
- Sholat Idul Adha – Pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam merayakan Hari Raya Idul Adha. Pada pagi hari, disunnahkan melaksanakan shalat Idul Adha. Ibnu Abbas meriwayatkan hadits, “Rasulullah Saw. pernah keluar pada Hari Raya Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat Id dua rakaat, namun beliau tidak mengerjakan shalat qabliyah maupun ba'diyah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Berkurban – Pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyriq, umat Islam yang mampu disunnahkan untuk berkurban sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim AS. Berkurban termasuk ibadah yang disyariatkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: “فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَالْخَرُ” (QS. al-Kautsar [108]: 02). Ayat tersebut mengajak untuk “berqurban”. Penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha disebut al‑udhhiyah. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menyembelih hewan qurban setelah shalat, maka sungguh telah sempurna penyembelihannya. Ia telah cocok dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Puasa Ayyamul Bidh – Puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, termasuk Dzulhijjah. Menurut laman NU Online, diriwayatkan Abu Daud: “وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ. (رواه أَبُو داود)” Artinya: “Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan RA, ia berkata: 'Rasulullah SAW telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15'.” (HR Abu Dawud). (An‑Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, juz II, h. 81).
Dengan mengetahui amalan-amalan di atas, umat Islam dapat menyiapkan diri untuk menjalankan ibadah di bulan Dzulhijjah. Puasa, takbir, sholat Id, kurban, dan puasa Ayyamul Bidh menjadi bagian penting dari praktik keagamaan di bulan ini.
Konversi tanggal yang akurat membantu dalam perencanaan ibadah, terutama bagi yang ingin mengikuti kegiatan keagamaan secara tepat waktu. Mengetahui bahwa 04 Juni 2026 jatuh pada 18 Dzulhijjah 1447 H memudahkan umat untuk menyesuaikan jadwal puasa, sholat, dan kurban. Dengan demikian, kepercayaan dan ketepatan waktu dapat terjaga, sehingga ibadah dapat dilaksanakan sesuai sunnah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Raker Apeksi Komwil VI Kendari Tetapkan Tiga Langkah
Renungan Rabu: Kebangkitan dan Harapan di Tengah Hidup
Berita Terbaru
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
