Tangis Haru Iringi 76 Anak Masuk Sekolah Rakyat Ponorogo
Gambar atau konten salah?
Tangis haru mewarnai momen ketika puluhan orang tua melepas anak-anak mereka menjadi siswa Sekolah Rakyat (SR) Ponorogo. Sebanyak 76 anak dari keluarga prasejahtera resmi menerima Surat Keputusan (SK) Bupati Ponorogo. SK itu menjadi tanda dimulainya perjalanan mereka mengenyam pendidikan berasrama yang sepenuhnya dibiayai pemerintah.
Proses penyerahan SK berlangsung di Pendapa Agung Ponorogo. Banyak orang tua yang tak kuasa menahan air mata. Mereka harus merelakan putra-putrinya tinggal di asrama demi pendidikan yang lebih baik.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita menekankan pentingnya keikhlasan orang tua. Menurutnya, itu modal utama agar anak-anak bisa belajar dengan tenang dan maksimal.
"Yang paling penting orang tua harus ikhlas melepas anaknya ke Sekolah Rakyat. Kalau orang tua ikhlas, anak-anak juga akan nyaman belajar dan bisa meraih cita-citanya," kata Lisdyarita pada Jumat, 10 Juli 2026.
Dalam arahannya kepada siswa baru, Lisdyarita meminta mereka tidak berkecil hati. Ia menegaskan masa depan seseorang tidak ditentukan oleh nama sekolah. Yang lebih penting adalah kegigihan dalam belajar.
"Saya sampaikan kepada anak-anak, masa depan bukan ditentukan dari kalian sekolah di mana, tetapi dari seberapa keras kalian belajar dan berusaha," ujarnya.
Lisdyarita juga menegaskan Sekolah Rakyat bukan sekolah kelas dua. Para siswanya sudah membuktikan kemampuan di berbagai bidang dan mulai menorehkan prestasi.
"Anak-anak Sekolah Rakyat sudah membuktikan mereka bisa berprestasi. Saat mengikuti Festival Nasional Reog Ponorogo, mereka mampu membawa pulang penghargaan. Bahkan ada juga yang sedang dipersiapkan mengikuti program ke luar negeri," ungkapnya.
Menurut Lisdyarita, capaian itu membuktikan setiap anak punya kesempatan yang sama untuk sukses. Asalkan mereka mendapat pendidikan dan pendampingan yang tepat.
Karena itu, ia mengajak seluruh tenaga pendidik terus membangun sinergi. Tujuannya agar para siswa bisa berkembang secara akademik maupun karakter.
"Guru-guru di Sekolah Rakyat luar biasa. Saya berharap semuanya terus bersinergi mendampingi anak-anak ini agar kelak menjadi generasi yang membanggakan Ponorogo," pungkasnya.
Program Sekolah Rakyat di Ponorogo ini memberikan akses pendidikan gratis dan berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dengan biaya ditanggung penuh pemerintah, diharapkan hambatan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi mereka untuk meraih pendidikan yang layak dan berprestasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Mayapada Healthcare Buka RS Kedelapan di Jakarta Timur
KPK Amankan Bupati Sukoharjo dalam OTT
Harga BBM Pertamina di Jatim Masih Sama Sejak Awal Juli
5 Alternatif Puncak Bogor, Lebih Sepi dan Murah
Dua Tim Muda Indonesia Berlaga di Gothia Cup 2026
Prancis Hajar Maroko 2-0, Mbappe Bicara
Pemerintah Targetkan Bensin Campur Etanol 10% pada 2027
RANS Raup Rp 353 M di 2025, Turun Tiga Tahun Beruntun
