Tekanan Mental Hak Asuh Anak, Kesehatan Ruben Onsu Menurun
Gambar atau konten salah?
Kesehatan Ruben Onsu mengalami penurunan. Bukan karena penyakit fisik, melainkan tekanan mental yang berat. Sumber tekanan itu adalah persoalan hak asuh anak yang sedang ia hadapi.
Cerita ini datang dari Nanda Persada, mantan manajer sekaligus sahabat dekat Ruben. Nanda baru saja bertemu Ruben sepulang dari ibadah umrah. Dalam pertemuan itu, ia melihat perubahan yang jelas pada kondisi Ruben.
"Ruben, aku lihat dia banyak pikiran ya. Banyak pikiran, terlihat stres juga. Terlihat kurang sehat, dan capek," kata Nanda pada Senin, 5 Juli 2026.
Nanda menjelaskan, kondisi mental dan fisik Ruben sangat tertekan oleh situasi yang sedang dihadapi. Beban pikiran yang selama ini dipendam mulai berdampak nyata pada kesehatannya. Tidak ada lagi energi yang tersisa untuk berpura-pura baik-baik saja.
Kesedihan Ruben mencapai puncaknya setelah ia melihat perubahan pada anak-anaknya. Saat bertemu di bandara beberapa waktu lalu, anak-anaknya terlihat kaku. Reaksi itu menjadi titik balik. Sejak saat itu, kondisi psikis Ruben semakin terpuruk. Selama perjalanan di pesawat, ia terus berdoa, mencari jalan keluar dari situasi yang membelitnya.
Presenter berusia 42 tahun itu secara jujur mengakui kelelahan yang dirasakannya. Konflik yang kini menjadi konsumsi publik membuatnya terpaksa mengambil langkah-langkah yang tidak pernah ia inginkan. Jalur hukum dan pernyataan di media sosial bukanlah pilihan pertama. Komunikasi secara kekeluargaan sudah menemui jalan buntu.
"Dia juga bilang semalam, 'Gue capek gitu dengan kayak gini ini. Hal yang tidak membuat gue bangga, tidak membuat gue senang, malah sedih', dia bilang harus melakukan cara seperti ini," ucap Nanda menirukan ucapan Ruben.
Dari segi mental dan fisik, Ruben Onsu benar-benar mencapai titik nadir. Keputusan untuk membawa masalah pengasuhan anak ke ranah hukum adalah langkah terakhir. Langkah yang diambil dengan penuh keterpaksaan. Semua demi kepentingan masa depan anak-anaknya.
"Pokoknya dari segi mental dan fisik deh. Kayak capek banget gitu Ruben. Dia terpaksa bertindak ini ya, speak up di medsos karena merasa komunikasi tidak bisa berjalan dengan baik. Terus banyak juga hal-hal yang harus dijelaskan ke publik akhirnya," pungkas Nanda.
Secara hukum, Ruben Onsu telah mendaftarkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026. Gugatan itu diajukan melalui kuasa hukumnya. Sidang perdana terkait perkara ini dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 mendatang.
Kasus ini menunjukkan bagaimana persoalan rumah tangga yang melibatkan anak bisa berdampak serius pada kesehatan mental orang tua. Ruben, yang selama ini dikenal sebagai penghibur, kini harus berjuang di dua medan sekaligus: pengadilan dan kesehatannya sendiri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Truk Pertamina Terbakar di Cianjur, Warga Berhamburan
Muazin Tewas Saat Azan Jumat di Pandeglang
7-Eleven Gugat Nike Soal Warna Sepatu
Cedera Henderson, Euforia Kemenangan Inggris Pupus
Brace Bellingham Bawa Inggris Kalahkan Meksiko 3-2
Mahasiswa Oxford Pamer Deretan Prestasi Akademik
21 Luka Akibat Kericuhan Konser Denny Caknan Surabaya
