Muazin Tewas Saat Azan Jumat di Pandeglang

Surya B. · 1 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Muazin Tewas Saat Azan Jumat di Pandeglang

Gambar atau konten salah?

Seorang muazin bernama Tb Tata Sukirta meninggal dunia saat sedang mengumandangkan azan salat Jumat di Masjid Jami Attaqwa, Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. Peristiwa ini terekam oleh kamera CCTV yang terpasang di area masjid tersebut.

Dalam rekaman video yang beredar, Sukirta terlihat jatuh tersungkur ketika melantunkan azan. Para jamaah yang hadir langsung melakukan evakuasi terhadapnya. Kepala Desa Mandalawangi, Azis Sahril, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi pada Jumat, 03 Juli 2026.

"Saat mengumandangkan azan, almarhum langsung jatuh tidak sadarkan diri," kata Azis saat dikonfirmasi pada Senin, 06 Juli 2026.

Azis menjelaskan bahwa korban sempat dilarikan ke Puskesmas Mandalawangi untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong. "Nakes dengan sigap langsung memeriksa almarhum, menyatakan bahwa Almarhum TB Tata Sukirta alias Abaw telah meninggal," ujarnya.

Setelah mendapatkan penanganan medis, warga langsung membawa jenazah korban ke rumah duka dan segera memakamkannya. Menurut Azis, almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Salah satu anaknya masih berusia 4 tahun.

"Meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, yang salah satunya masih berumur 4 tahun," ucapnya.

Azis juga menegaskan bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit bawaan selama hidupnya. "Tidak ada," pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi warga Desa Mandalawangi. Seorang muazin yang setiap hari mengumandangkan azan, tiba-tiba jatuh saat menjalankan tugasnya. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya bahwa ia memiliki masalah kesehatan. Keluarga yang ditinggalkan kini harus berjuang tanpa kehadiran sosok suami dan ayah. Anak bungsunya yang masih balita kehilangan figur utama dalam hidupnya.

muazin meninggalazan JumatMasjid Jami AttaqwaPandeglangjatuh tersungkurevakuasi jamaahduka mendalam

Komentar

Memuat komentar...