Asing Jual Saham Rp1,36 Triliun, IHSG Tertekan

Mira T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Asing Jual Saham Rp1,36 Triliun, IHSG Tertekan

Gambar atau konten salah?

Pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, investor asing kembali melakukan aksi jual bersih di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai jual bersih asing mencapai Rp 1,36 triliun dalam sehari. Jika ditotal sejak awal tahun 2026, angka jual bersih asing hampir menyentuh Rp 80 triliun.

Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, menyatakan bahwa sepanjang tahun 2026 investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp 79,09 triliun. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Minggu, 26 Juli 2026.

Pelemahan IHSG dipicu oleh ketidakpastian global. Dua faktor utama disebut sebagai penyebabnya: kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat (AS) dan konflik yang memanas di Timur Tengah.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa investor sedang mencermati pemberlakuan tarif impor baru dari AS. Tarif sebesar 10 hingga 12,5 persen akan dikenakan kepada 60 mitra dagang, termasuk Indonesia. Hal ini disampaikan Herditya kepada media pada Jumat, 24 Juli 2026.

Selain tarif AS, investor juga memperhatikan eskalasi konflik di Timur Tengah. Situasi ini mendorong harga minyak mentah dunia menembus level di atas US$ 100 per barel. Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran akan inflasi global yang lebih tinggi. Akibatnya, arah suku bunga tinggi juga kembali menjadi perhatian pelaku pasar.

Meskipun terjadi aksi jual asing yang besar, IHSG masih mencatat tren positif jika dilihat dalam periode sepekan, yaitu 20 hingga 24 Juli 2026. Indeks berhasil menguat 0,34 persen dan ditutup pada level 6.196,430. Angka ini naik dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di 6.175,535.

Data BEI menunjukkan peningkatan aktivitas transaksi harian yang signifikan. Volume transaksi harian melonjak 66,88 persen menjadi 43,68 miliar lembar saham. Sebagai perbandingan, pekan sebelumnya volume transaksi hanya mencapai 26,17 miliar lembar saham.

Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat 41,21 persen menjadi Rp 19,76 triliun. Pekan sebelumnya, angka ini berada di Rp 13,99 triliun. Frekuensi transaksi harian rata-rata naik 14,4 persen menjadi 2,67 juta kali transaksi, dari sebelumnya 2,33 juta kali transaksi.

Kapitalisasi pasar BEI ikut naik 1,13 persen menjadi Rp 10.870 triliun. Pekan sebelumnya, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.749 triliun.

Namun, jika dilihat dari pergerakan harian pada Jumat, IHSG justru melemah cukup dalam. Indeks turun 1,88 persen ke level 6.196,43. Indeks LQ45, yang mewakili saham-saham berkapitalisasi besar, juga terkoreksi 1,97 persen hingga penutupan perdagangan.

Secara keseluruhan, pelemahan IHSG pada Jumat lalu lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal. Kebijakan tarif baru AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi dua tekanan utama yang dihadapi pasar saham Indonesia. Meski demikian, data perdagangan sepanjang pekan menunjukkan bahwa aktivitas pasar justru meningkat, baik dari sisi volume, nilai, maupun frekuensi transaksi.

jual bersih asingIHSGtarif ASkonflik Timur Tengahharga minyakinflasi globalvolume transaksi

Komentar

Memuat komentar...