Pedagang Durian Kelantan Dipertanyakan Promosi Gratis
Gambar atau konten salah?
Durian tetap menjadi buah paling digemari di Asia Tenggara. Setiap musim panen, ribuan orang berbondong-bondong menunggu untuk mencicipinya. Karena persaingan ketat, para pedagang seringkali mencari cara baru agar gerai mereka tidak terlewatkan.
Di Kota Bharu, Kelantan, sebuah kedai buah kaki lima memutuskan memanfaatkan strategi promosi yang tak biasa. Papan iklan di depan gerai menampilkan tulisan “durian percuma” atau “durian gratis” dengan huruf besar. Banyak orang terkejut dan bertanya-tanya apakah durian memang benar‑benar gratis atau hanya taktik pemasaran.
Isi papan tersebut berbunyi: “Durian Gratis!! Hanya untuk mencium aromanya saja. Kalau mau ambil buahnya harus bayar,” dengan bagian “Durian Gratis!!” dicetak lebih besar, sedangkan kalimat selanjutnya lebih kecil dan hampir tidak terlihat dari jarak jauh. Aksi ini langsung menimbulkan kontroversi di media sosial, di mana netizen mengkritik potensi kebingungan yang ditimbulkan.
Reaksi publik membuat Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Kos Sara Hidup Malaysia (KPDN) Kelantan turun tangan. Pemeriksaan dilakukan setelah keluhan publik menyatakan bahwa papan iklan tersebut dapat menyesatkan konsumen.
Hasil inspeksi menunjukkan tidak ada unsur penipuan. Harga durian yang tertera sesuai dengan harga jual resmi, dan timbangan yang digunakan sudah memiliki pengesahan yang berlaku. Pihak berwenang menjelaskan bahwa pelanggan memang dapat mencicipi durian secara gratis di tempat, namun bila ingin membawa pulang, mereka tetap harus membayar sesuai harga yang ditentukan.
Walaupun tidak ditemukan pelanggaran, KPDN tetap mengingatkan pemilik gerai agar lebih berhati-hati dalam menyusun materi promosi. Peringatan ini diambil sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masa depan.
Sudah tidak pertama kalinya KPDN menindak pedagang yang menggunakan promosi menyesatkan. Sebelumnya, mereka menindak pedagang buah di Melaka yang memasang papan harga tidak jelas, yang membuat pembeli salah paham tentang harga sebenarnya.
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dalam promosi. Meskipun durian gratis terdengar menarik, pesan yang disampaikan harus jelas agar konsumen tidak merasa tertipu. KPDN terus memantau gerai-gerai kecil agar standar perdagangan tetap terjaga, sekaligus memberi contoh bagi pedagang lain tentang cara mempromosikan produk tanpa menimbulkan kebingungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
