Unggahan Threads: Minta Semua Orang Cuci Piring Tanpa Gender
Gambar atau konten salah?
Di media sosial, sebuah unggahan yang sederhana namun berani memicu perdebatan hangat di kalangan netizen. Pada 11 Juni 2023, akun Threads @qysslv menulis: “Bisakah kita menormalkan setiap orang mencuci piringnya sendiri setelah makan, tanpa memandang gender? Jangan berharap hanya perempuan yang melakukannya.” Unggahan ini langsung mengumpulkan lebih dari 21 ribu likes dan ribuan kali dibagikan, menandakan resonansi topik yang masih sangat relevan.
Topik ini tidak asing bagi banyak orang. Kebiasaan mencuci piring setelah makan masih sering dianggap sebagai tugas perempuan, baik di rumah tangga, tempat tinggal bersama, maupun pasangan suami istri. Di kolom komentar, beberapa pengguna mengungkapkan bahwa mereka masih sering melihat pekerjaan rumah tangga, khususnya membersihkan peralatan makan, otomatis dibebankan kepada perempuan. Mereka menilai kebiasaan tersebut sudah berlangsung lama dan dianggap wajar, padahal menurut mereka, tanggung jawab membersihkan meja makan dan mencuci piring seharusnya dilakukan bersama oleh semua anggota keluarga.
“Kalau dipikir-pikir, perempuan memang selalu yang diharapkan mengerjakan pekerjaan rumah, padahal itu tugas dasar yang bisa dilakukan siapa saja. Namun ketika saudara laki‑laki tidak membantu, sering kali dianggap biasa. Sebaliknya, kalau perempuan tidak melakukannya, langsung jadi masalah,” tulis seorang netizen. Kalimat ini menyoroti ketidakadilan dalam pembagian tugas rumah tangga. Banyak yang merasa bahwa pekerjaan domestik sering kali tidak dibagi secara adil, bahkan ketika seluruh anggota keluarga ikut menikmati makanan atau terlibat dalam proses memasak, urusan membereskan dapur dan mencuci piring tetap lebih sering diserahkan kepada perempuan.
Di sisi lain, beberapa komentar menekankan pentingnya pendidikan sejak dini. “Bisa kok dimulai dari rumah. Orang tua harus mengajarkan pekerjaan rumah kepada anak laki‑laki dan perempuan. Titik,” tulis seorang netizen. Ide ini mengajak orang tua untuk menanamkan nilai kesetaraan sejak masa kanak-kanak, sehingga kebiasaan berbagi tugas rumah tangga menjadi norma yang tidak terpengaruh oleh stereotip gender.
Walaupun banyak yang mendukung pembagian tugas yang lebih adil, sebagian netizen mengakui bahwa mengubah kebiasaan yang sudah mengakar selama bertahun‑tahun bukanlah hal mudah, terutama dalam keluarga yang masih memegang pola pikir tradisional. Namun, mayoritas sepakat bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah kecil, termasuk membiasakan setiap orang membersihkan peralatan makannya sendiri setelah selesai makan. Langkah sederhana ini dapat menandai perubahan budaya yang lebih inklusif dan adil.
Perdebatan ini menegaskan bahwa meski terlihat sekadar kebiasaan sehari‑hari, pembagian tugas rumah tangga masih menjadi isu gender yang perlu diangkat. Dengan kesadaran bersama, perubahan kecil dapat menumbuhkan pola pikir yang lebih setara, di mana setiap anggota keluarga, tanpa memandang gender, bertanggung jawab atas kebersihan dapur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
