Ibu di Medan Raib Rp 120 Miliar dalam 4 Bulan Akibat Love Scam

Hendra M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Ibu di Medan Raib Rp 120 Miliar dalam 4 Bulan Akibat Love Scam

Gambar atau konten salah?

Seorang ibu rumah tangga di Medan kehilangan uang senilai Rp 120 miliar hanya dalam waktu empat bulan. Ia menjadi korban love scam, modus penipuan berkedok asmara yang tengah marak. Pelaku, yang mengaku sebagai pria tampan asal Singapura, berhasil membangun kepercayaan korban sebelum akhirnya menghilang bersama uang tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas PASTI kembali mengingatkan masyarakat agar waspada. Love scam menjadi salah satu modus penipuan di sektor jasa keuangan yang paling banyak memakan korban belakangan ini. Ketua Satgas PASTI, Rizal Ramadhani, menyebut baik laki-laki maupun perempuan bisa menjadi sasaran.

Pelaku biasanya menggunakan foto profil yang menarik. Tapi foto itu palsu. "Modusnya biasanya perempuan, ngakunya perempuan. Karena semua pakai AI, suara bisa mirip, muka bisa mirip. Jadi waktu dicek muka bisa pakai AI karena mereka tampaknya perempuan," kata Rizal di sela-sela acara Seminar on Scams di Jakarta Pusat, Senin 6 Juli 2026.

Teknologi kecerdasan buatan atau AI memungkinkan pelaku menciptakan wajah dan suara yang meyakinkan. Korban yang sudah merasa nyaman kemudian dimintai uang. Bisa diminta langsung, atau disuruh membeli produk tertentu. "Terus akhirnya dimintai uang, uang itulah yang ditransfer, orangnya hilang. Kira-kira gitu sih gampangnya," jelas Rizal.

Direktur Satgas PASTI, Brigjen Pol. Djoko Prihadi, membeberkan kasus dengan kerugian terbesar yang pernah mereka tangani. Korbannya adalah seorang ibu di Medan yang bekerja di angkutan publik. "Nah itu ada korban yang paling besar itu di Medan, Rp 120 miliar, ibu-ibu, dia angkutan publik," kata Djoko.

Yang menarik, pelaku dan korban ternyata berasal dari kota yang sama. "Jadi mereka memang pendekatannya luar biasa. Ganteng banget di akunnya, dia ngakunya orang Singapura, padahal sama-sama orang Medan. Korban orang Medan, pelaku orang Medan," terang Djoko. Dengan bantuan AI, pelaku memoles penampilannya agar terlihat menarik dan meyakinkan.

Proses penipuan berlangsung selama empat bulan. Setelah uang Rp 120 miliar berpindah tangan, pelaku langsung menghilang dan tidak bisa dihubungi. Korban baru sadar telah tertipu tiga bulan kemudian. Ia pun melapor ke pihak berwajib. Namun, kata Djoko, pelacakan aliran uang sudah sangat sulit dilakukan. "Ya sudah habis semua, sudah hilang," tandasnya.

Kasus ini menunjukkan betapa canggihnya modus love scam saat ini. Pelaku tidak hanya memanfaatkan rekayasa sosial, tapi juga teknologi AI untuk menciptakan identitas palsu yang nyaris sempurna. Kerugian yang ditimbulkan pun bisa sangat besar, hingga miliaran rupiah, dan uang korban sulit dilacak kembali.

love scampenipuanasmaraOJKSatgas PASTIAIkorbanMedan

Komentar

Memuat komentar...