Yoga Jadi Senjata Rahasia Inggris ke 16 Besar
Gambar atau konten salah?
Tim nasional Inggris akhirnya memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Mereka melewati laga sengit melawan Meksiko yang penuh ketegangan. Kemenangan ini jelas membuat para pendukung bergembira. Namun di balik sorak-sorai itu, tekanan mental yang dirasakan Harry Kane dan rekan-rekannya sangat besar. Ekspektasi publik terhadap The Three Lions memang selalu tinggi, terutama di turnamen sebesar ini.
Menariknya, skuad asuhan Thomas Tuchel punya cara yang cukup santai untuk menjaga keseimbangan pikiran mereka. Bukan dengan sesi motivasi keras atau latihan fisik ekstra, melainkan dengan yoga. Manajer asal Jerman itu percaya bahwa praktik kuno dari India ini bisa menenangkan kepala para pemain sekaligus mempersiapkan tubuh mereka lebih baik sebelum pertandingan berikutnya.
Ceritanya bermula saat Inggris masih berada di fase grup. Mereka sempat bermain imbang melawan Ghana. Setelah hasil itu, Tuchel mengajak seluruh pemain keluar hotel menuju taman di dekatnya. Namanya Taman Meadowbrook. Di sana, mereka melakukan yoga bersama. Latihan dipandu oleh Suzanne Scott, seorang spesialis gerakan. Para pemain melakukan serangkaian peregangan sambil mengangkat balok busa berwarna oranye. Pemandangan agak aneh, tapi efektif.
Salah satu pemain, Anthony Gordon, mengaku bahwa meditasi membantunya menghadapi tekanan sebagai pesepakbola profesional. Ia menyampaikan hal ini dalam podcast Lions' Den milik FA. Gordon tidak merinci lebih jauh, tapi jelas bahwa pendekatan mental seperti ini sudah menjadi bagian dari rutinitas mereka.
Manfaat yoga untuk atlet memang sudah banyak diteliti. Menurut laporan dari Healthline, yoga bisa memengaruhi otak secara signifikan. Latihan ini membantu seseorang mengembangkan kesadaran penuh—memperhatikan tubuh, napas, dan momen yang terjadi. Dampaknya, konsentrasi meningkat. Sebuah studi pada tahun 2017 menemukan bahwa latihan mindfulness secara konsisten memberikan hasil positif dalam olahraga menembak dan memanah. Ini menunjukkan bahwa teknik serupa bisa berguna untuk olahraga yang membutuhkan presisi tinggi, termasuk sepakbola pada situasi tertentu.
Selain itu, yoga juga meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan koordinasi. Semua itu jelas berpengaruh pada performa di lapangan. Penelitian lebih spesifik pernah dilakukan pada tahun 2020. Studi kecil itu melibatkan 31 pemain sepakbola yang mengikuti program yoga selama 10 minggu. Hasilnya positif: mereka mengalami penurunan tingkat kelelahan, nyeri otot, dan risiko cedera. Namun, setelah program berhenti, para atlet melaporkan penurunan kesejahteraan. Peneliti menduga hal ini mungkin karena efek jangka pendek dari meningkatnya kesadaran terhadap stres—begitu latihan dihentikan, kesadaran itu pun berkurang.
Jadi, meski terlihat santai, yoga menjadi alat serius bagi Inggris untuk menjaga mental tetap stabil di tengah hiruk-pikuk Piala Dunia. Mereka tidak hanya mengandalkan taktik atau fisik, tapi juga ketenangan batin. Cara unik ini mungkin salah satu kunci di balik langkah mereka ke babak 16 besar. Tentu masih panjang jalan menuju gelar juara, tapi setidaknya kepala mereka sudah lebih siap menghadapi tekanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
