Transformasi Pokdarwis ke Koperasi Diluncurkan di Belitung

Dwi H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Transformasi Pokdarwis ke Koperasi Diluncurkan di Belitung

Gambar atau konten salah?

Dua kementerian, yaitu Kementerian Koperasi dan Kementerian Pariwisata, secara resmi meluncurkan program penggabungan dan perubahan bentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi koperasi di Kabupaten Belitung. Program ini diumumkan dalam sebuah acara yang digelar di Pendopo Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Belitung.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. Turut hadir pula Deputi Bidang Pengembangan Usaha Kemenkop Panel Barus, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat bersama Wakil Bupati Syamsir, serta Ketua DPRD Kabupaten Belitung Vina Cristyn Ferani.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan alasan di balik transformasi ini. Menurutnya, selama ini Pokdarwis mengelola kegiatan pariwisata secara informal sebagai kelompok masyarakat. Dengan berubah menjadi koperasi, pengelolaan tersebut akan memiliki badan usaha yang resmi dan terstruktur.

"Dengan begitu koperasi akan memiliki kemudahan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan kelembagaan dan usaha, serta fasilitasi sarana dan prasarana pariwisata dari pemerintah," kata Ferry dalam sambutannya pada Minggu, 05 Juli 2026.

Ia menambahkan, harapannya transformasi ini bisa menjadi alat baru untuk mengembangkan pariwisata dan kegiatan pendukungnya. Manfaatnya, kata Ferry, pada akhirnya akan kembali ke masyarakat. Kementerian Koperasi berjanji akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan agar koperasi-koperasi ini bisa berkembang secara optimal.

Kegiatan usaha dari koperasi hasil transformasi ini nantinya bisa digabungkan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Belitung dipilih sebagai salah satu wilayah percontohan atau pilot project. Ferry optimistis daerah ini bisa menjadi destinasi wisata unggulan, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.

Tujuannya jelas: meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat, terutama anggota koperasi. "Kami dari Kementerian Koperasi dan Kementerian Pariwisata akan kerja sama mendukung Bupati Belitung dan seluruh masyarakat di Belitung untuk menjadikan daerah ini semakin mampu bersaing dengan sektor wisatanya," tutup Ferry.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa program percontohan integrasi dan transformasi ini tidak hanya dilakukan di Belitung. Total ada delapan wilayah Desa Wisata yang menjadi pilot project. "Sinergi ini menjadi upaya bersama untuk memajukan sektor pariwisata untuk penguatan ekonomi desa sekaligus pengentasan kemiskinan," jelas Menpar.

Widiyanti menjelaskan bahwa selama ini Pokdarwis menjadi ujung tombak pengembangan pariwisata di desa. Namun, mereka belum memiliki status legal sebagai badan usaha. Kehadiran koperasi, menurutnya, menjadi wadah untuk memperkuat peran masyarakat, meningkatkan kapasitas usaha dan ekonomi di desa. Dengan begitu, nilai tambah dari sektor pariwisata bisa kembali ke masyarakat.

"Kita ingin membangun ekosistem pariwisata yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi tapi juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Semoga melalui integrasi ini bisa menjadi babak baru bagi desa wisata yang kuat kelembagaannya dan sejahtera masyarakatnya," ucap Menpar.

Dalam acara yang sama, dilakukan deklarasi integrasi dan transformasi Pokdarwis menjadi koperasi. Prosesi ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Ketua Pokdarwis, Ketua KDKMP, dan dinas terkait di Kabupaten Belitung.

Program ini pada dasarnya adalah upaya untuk memberikan status hukum yang lebih jelas kepada kelompok-kelompok pengelola wisata di desa. Dengan status koperasi, mereka bisa mengakses berbagai fasilitas dan bantuan dari pemerintah yang sebelumnya mungkin sulit dijangkau. Belitung menjadi salah satu daerah yang diharapkan bisa menjadi contoh keberhasilan model ini bagi daerah lain di Indonesia.

KoperasiPariwisataPokdarwisTransformasiBelitungDesa WisataPilot ProjectKementerian

Komentar

Memuat komentar...