Truk Mercy Mogok di Demak, Macet 4,3 Km

Teguh A. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Truk Mercy Mogok di Demak, Macet 4,3 Km

Gambar atau konten salah?

Sebuah truk trailer kosong yang mogok di Jembatan Sayung, Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, hingga malam hari masih belum bisa dievakuasi. Pengemudi truk mengaku sudah seharian menunggu tanpa kejelasan dan mulai kelelahan.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 20.30 WIB, kemacetan dari arah Demak menuju Semarang masih terjadi hingga Simpang Onggorawe. Panjang antrean kendaraan mencapai 4,3 kilometer. Mobil polisi yang sebelumnya berada di depan truk pada siang hari sudah tidak terlihat lagi. Sang sopir tampak duduk melamun di median jalan.

Sopir truk trailer bernama Fanu Setiabudi mengaku sudah berada di lokasi sejak hari sebelumnya. Masalah pada mesin truk sebenarnya sudah ia rasakan saat melintasi underpass tol Demak, yang jaraknya sekitar 1 kilometer sebelum titik tempat truknya mogok total.

"Di sini sudah dari kemarin, jam-jam segini lah (mogoknya) setelah azan Isya. Dari tol sudah terasa (ada gangguan mesin), tapi karena tidak ada tempat menepi jadi saya teruskan. Sampai sini malah berhenti total," kata Fanu saat ditemui di lokasi pada Selasa, 15 Juli 2026.

Tubuh Fanu tampak lemas dan bibirnya pucat. Sejak truknya mogok, ia hanya mengandalkan bantuan makanan dan minuman dari sesama pengemudi truk yang bisa ia hubungi.

"Lemes, capek. Ini saya menghubungi teman-teman, minta tolong dibawakan makanan sama minum," ujar pria asal Tuban itu.

Tidak lama kemudian, benar saja ada truk dari arah Semarang yang berhenti sejenak. Pengemudi truk tersebut memberikan dua porsi nasi lele, air mineral 1,5 liter, dan sejumlah uang. Meskipun Fanu sempat menolak, rekannya tetap memaksa agar Fanu menerima uang tersebut. Setelah itu, pengemudi itu melanjutkan perjalanan sambil menyemangati Fanu.

"Sama-sama hidup di jalan harus saling menolong," kata rekan Fanu sambil tancap gas.

Fanu yang mengemudi sendirian dari Tuban menuju Semarang menjelaskan bahwa kendaraannya tidak bisa bergerak karena roda terkunci. Selain itu, truknya juga sudah kehabisan daya listrik untuk mencoba menyalakan mesin.

"Ini chamber anginnya habis, jadi mengunci semua rodanya. Diderek tidak akan bisa. Sekarang juga distarter tidak bisa nyala, sudah tidak kuat akinya," ungkap Fanu.

Fanu mengaku belum tahu pasti kapan mekanik yang bisa mengatasi masalah truknya akan tiba. Ia pasrah dan berencana meninggalkan truk itu jika bantuan tidak kunjung datang.

"Kemarin katanya hari ini mau datang, tapi sampai sekarang tidak ada. Tadi sudah ada mekanik dari Genuk tidak bisa, katanya mau dipanggilkan mekanik yang bisa tapi ya sekarang tidak ada," keluh Fanu. "Kalau begini terus besok saya tinggal saja lah. Mau bagaimana ditunggu juga tidak jelas," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, satu unit truk trailer tanpa muatan mogok di Jembatan Sayung, Purwosari, Sayung, Demak, menyebabkan kemacetan panjang di Jalur Pantura Demak.

Kanit Turjagwali Sat Lantas Polres Demak, Iptu M. Khairur Rokhman, mengatakan truk Mercedez Benz putih bernomor polisi S-9417-UH itu sudah mogok sejak pukul 05.00 WIB. Pihaknya kesulitan melakukan evakuasi karena roda truk terkunci dan memerlukan teknisi langsung dari Mercedez Benz.

"Trailer mesinnya mogok, itu mereknya Mercy, Mercy ini kalau tidak bengkelnya langsung Mercy tidak bisa, rodanya mengunci. Diderek tidak bisa, dipaksa tidak bisa. Infonya sejak pagi sekitar jam 05.00 WIB dari Tuban mau ke Semarang tidak ada muatan," kata Khairur saat ditemui di lokasi pada Rabu, 15 Juli.

Khairur menyebut pihaknya sudah berupaya mendatangkan teknisi lain, namun hasilnya nihil. Menurutnya, teknisi dari Mercedez Benz akan didatangkan dari Tuban.

"Ini ada teknisi sembarangan juga tidak bisa. Infonya begitu (ada teknisi dari Mercedez Benz) mau datang dari Tuban, tidak tahu (kapan sampainya)," terang Khairur.

Kejadian ini menunjukkan betapa rumitnya menangani kendaraan dengan teknologi khusus seperti truk Mercedez Benz. Roda yang terkunci secara otomatis akibat hilangnya tekanan angin membuat proses evakuasi konvensional tidak memungkinkan. Pengemudi yang bepergian sendirian pun harus bergantung pada bantuan sesama pengemudi lain untuk kebutuhan dasar seperti makan dan minum selama menunggu.

truk trailermogokJembatan Sayungkemacetanevakuasisopir kelelahanteknisi Mercedes Benz

Komentar

Memuat komentar...