Putri Korban Hilang usai Ayah Ditemukan Terkubur di Kebun
Gambar atau konten salah?
Seorang pria paruh baya ditemukan terkubur di pekarangan rumahnya sendiri di Nganjuk. Peristiwa ini langsung memicu tanda tanya besar, apalagi setelah itu putri korban menghilang tanpa jejak.
Korban bernama Gatot Tri Wahyu Widodo, 53 tahun. Ia warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot. Jasadnya ditemukan di area kebun samping rumah. Setelah penemuan itu, anak perempuannya, DM (20), tidak diketahui keberadaannya.
Sebelum kejadian, pada Rabu pagi, 15 Juli 2026, DM sempat pergi bersama ibunya, Suprihatin (50). Mereka berangkat menggunakan dua sepeda motor secara terpisah. Alasannya, mereka hendak mencari Gatot yang sebelumnya dilaporkan hilang. Namun, pada sore harinya, Suprihatin kembali ke rumah sendirian.
"Naik motor sendiri-sendiri, katanya (DM) mau ajak ibunya mencari bapaknya," ujar Ita Dwi Lestari (45), tetangga yang rumahnya persis di depan rumah korban.
Keluarga korban sebelumnya melaporkan bahwa Gatot telah hilang sejak Senin, 13 Juli 2026. Warga sekitar ikut membantu mencari. Namun, pada Selasa malam, 14 Juli 2026, rumah korban sudah dalam keadaan terkunci rapat. Semua lampu mati. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya.
Ita juga mendengar cerita dari warga lain. Pada Senin malam, ada suara keributan dan teriakan minta tolong dari arah rumah korban. Teriakan itu terdengar beberapa kali. "Ada yang dengar suara cekcok, kemudian terdengar teriakan (Gatot) 'tolong-tolong'. Orang-orang sempat tanya (ke DM-anak Gatot), ngakunya itu suara teriakan bapaknya cuma teriakan mengigau," ungkap Ita.
Sempat beredar kabar bahwa Gatot pergi berobat ke wilayah Kecamatan Gondang. Namun setelah warga mencari ke sana, tidak ada yang menemukannya. "Katanya pergi mencari obat atau berobat. Tapi kemudian sulit dihubungi," ujar Ita.
Pada Rabu pagi, istri dan anak korban berangkat mencari Gatot secara terpisah. Saat itulah warga menemukan gundukan tanah yang mencurigakan di kebun samping rumah. Gundukan itu tampak baru. Bagian atasnya ditutupi batang pisang kering, daun pisang kering, dan tumpukan genteng. Temuan itu segera dilaporkan ke polisi.
Tim Inafis Polres Nganjuk datang ke lokasi. Mereka melakukan penggalian dan menemukan jenazah pria yang diduga kuat adalah Gatot. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini masih dalam penyelidikan polisi. Belum diketahui motif di balik penguburan tersebut. Keberadaan anak korban, DM, juga masih menjadi misteri. Ia belum kembali ke rumah sejak pagi hari saat pergi bersama ibunya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
