Trump Raup Rp5,39 Triliun dari Bisnis Timur Tengah

Dani L. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Trump Raup Rp5,39 Triliun dari Bisnis Timur Tengah

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bersama keluarganya meraup pendapatan sebesar US$ 300 juta dari berbagai bisnis di Timur Tengah sepanjang tahun 2025. Jika dikonversi dengan kurs Rp 17.994 per dolar AS, jumlah itu setara dengan sekitar Rp 5,39 triliun. Laporan keuangan yang baru dirilis menunjukkan bahwa uang tersebut masuk ke berbagai perusahaan milik keluarga Trump.

Kawasan Timur Tengah menjadi sumber pendapatan asing terbesar bagi kerajaan bisnis Trump. Pemasukan paling besar berasal dari penjualan setengah kepemilikan saham Trump di perusahaan kripto bernama World Liberty Financial. Dari transaksi ini, Trump mendapatkan US$ 263 juta atau sekitar Rp 4,73 triliun. Proses penjualan saham itu melibatkan sebuah entitas yang didukung oleh Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan. Sheikh Tahnoon adalah anggota keluarga kerajaan Uni Emirat Arab dan juga saudara dari Presiden UEA.

Sisa pemasukan dari kawasan Teluk lainnya berasal dari bisnis properti. Secara rinci, pendapatan itu datang dari dua pengembang properti di Timur Tengah. Dalam tiga tahun terakhir, kedua pengembang tersebut membangun beberapa menara dan lapangan golf yang menggunakan merek Trump.

Pendapatan dari perjanjian lisensi luar negeri milik Trump Organization juga melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir. Pada masa jabatan pertamanya, Trump sempat berjanji akan menghentikan bisnis asing. Akibatnya, pendapatan dari sektor lisensi ini hanya mencapai US$ 9 juta pada tahun 2022 dan US$ 8 juta pada tahun 2023. Namun, angka itu mulai merangkak naik menjadi US$ 45 juta pada tahun 2024, saat Trump bersiap untuk kembali ke Gedung Putih. Lonjakan berlanjut pada tahun 2025, di mana pendapatan dari lisensi mencapai US$ 59 juta. Kenaikan ini seiring dengan pengembangan proyek-proyek baru di India, Vietnam, dan Rumania.

Selain dari penjualan saham, World Liberty Financial juga menghasilkan keuntungan besar lainnya. Trump melaporkan pendapatan lebih dari US$ 500 juta dari penjualan token yang terkait dengan perusahaan tersebut. Namun, nilai token itu kemudian mengalami penurunan yang cukup tajam. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2024 oleh keluarga Trump dan keluarga Witkoff, bersama dengan sejumlah pengusaha di bidang kripto. Awalnya, Trump dan keluarganya memiliki 75% kepemilikan saham di perusahaan tersebut. Setengah dari saham itu kemudian dijual kepada entitas yang didukung oleh Sheikh Tahnoon.

Secara keseluruhan, pendapatan Trump dari aset kripto tahun lalu menembus angka US$ 1,4 miliar. Dari jumlah tersebut, hampir US$ 800 juta berasal dari World Liberty Financial. Sementara itu, sekitar US$ 635 juta diperoleh dari penjualan koin meme yang menggunakan merek Trump.

Di luar bisnis kripto, pendapatan dari lapangan golf dan resor juga mengalami peningkatan. Sektor ini tumbuh 15% menjadi lebih dari US$ 500 juta. Pendapatan dari resor Mar-a-Lago bahkan hampir dua kali lipat, mencapai US$ 77 juta.

Menurut data dari Chainalysis, lonjakan keuntungan dari koin meme ini terjadi di tengah kerugian yang dialami oleh sekitar 764.000 dompet kripto. Sebagian besar dari dompet tersebut dimiliki oleh investor kecil.

Laporan keuangan ini menunjukkan bagaimana bisnis Trump, terutama di bidang kripto dan properti, menghasilkan pendapatan yang sangat besar dari kawasan Timur Tengah. Meskipun ada janji untuk membatasi bisnis asing, pendapatan dari lisensi internasional justru melonjak tajam saat Trump kembali ke panggung politik. Di sisi lain, keuntungan besar dari koin meme juga beriringan dengan kerugian yang dialami banyak investor ritel.

pendapatan TrumpTimur TengahkriptoTrump Organizationpenjualan sahamlisensi internasional

Komentar

Memuat komentar...