Polisi Buru Orang Tua Pembuang Bayi di Banyuasin
Gambar atau konten salah?
Polisi hingga saat ini masih memburu orang tua yang tega membuang bayi mereka di belakang rumah warga di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Peristiwa ini terjadi di Dusun II, Desa Talang Ipuh, Kecamatan Suak Tapeh, pada 01 Juli 2026.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino menyatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Banyuasin untuk menyelidiki kasus dugaan penelantaran ini. Tujuannya jelas: mengungkap siapa yang bertanggung jawab. "Kami memerintahkan Unit PPA Satreskrim Polres Banyuasin melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi ini," ujar Risnan pada 04 Juli 2026.
Setelah menerima laporan dari warga, personel Polsek Betung bersama jajaran Polres Banyuasin langsung menuju lokasi penemuan. Di sana, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, dan mengevakuasi bayi untuk mendapatkan penanganan medis. Bayi perempuan itu kemudian dibawa ke RSUD Banyuasin. Hasil pemeriksaan tim medis menunjukkan bayi dengan berat sekitar 2,9 kilogram itu dalam kondisi sehat. Saat ini ia masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Risnan menambahkan, penyelidikan tidak berhenti di situ. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Talang Ipuh, Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin, dan instansi terkait. Tujuannya untuk memastikan bayi mendapatkan perlindungan dan hak-haknya terpenuhi. "Selain melakukan penyelidikan, kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Talang Ipuh, Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin, serta instansi terkait guna memastikan bayi mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak-haknya," katanya.
Keselamatan bayi menjadi prioritas utama. Sementara itu, proses penyelidikan terus berjalan secara profesional. Polisi bertekad mengungkap siapa orang tua atau pihak yang tega meninggalkan bayi tersebut. "Kami memerintahkan Unit PPA untuk mengungkap pihak bertanggungjawab dan mencari keberadaan orang tua bayi tersebut," tegas Risnan.
Kasus penelantaran bayi seperti ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Yang membedakan, kali ini bayi ditemukan dalam kondisi sehat dan langsung mendapat perawatan medis. Polisi masih bekerja untuk menemukan pelaku, sementara bayi kini dalam perlindungan instansi terkait.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
