Trump Tolak Usulan Iran Senjata, Ancaman Serang Infrastruktur
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa proposal terbaru untuk gencatan senjata antara AS dan Iran tidak memadai. Pernyataan ini muncul menjelang batas waktu yang ditetapkan bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz atau menghadapi serangan besar terhadap infrastruktur sipilnya.
Iran merespons dengan mengirimkan dokumen resmi berisi sepuluh poin melalui Pakistan, yang bertindak sebagai mediator. Dokumen tersebut mencakup protokol jalur aman di Selat Hormuz, rencana rekonstruksi, dan pencabutan sanksi. “Itu belum cukup baik, tapi itu langkah yang sangat signifikan,” kata Trump.
Di sisi lain, Teheran menolak gencatan senjata sementara dan menuntut solusi permanen. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menegaskan ancamannya akan menyerang infrastruktur energi dan transportasi Iran pada Selasa pukul 8 malam waktu setempat. “Kami punya rencana, dengan kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan dihancurkan sebelum tengah malam besok, setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah bisa digunakan lagi,” tegasnya.
Sejak dimulainya konflik pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz. Parlemen Iran pekan lalu mengesahkan undang‑undang yang memformalkan penarikan biaya bagi kapal yang melintasi jalur tersebut, meskipun sebagian besar rute masih terblokir. Trump menegaskan bahwa satu-satunya pihak yang dapat menetapkan gencatan senjata adalah dirinya sendiri, menandakan upaya terakhir sebelum batas waktu yang ditetapkan bagi Iran untuk membuka kembali selat tersebut.
Peristiwa ini menyoroti ketegangan yang terus meningkat di kawasan Teluk, di mana kedua belah pihak menegaskan posisi mereka. Situasi ini tetap menjadi perhatian utama bagi para pemimpin dunia yang berharap dapat menemukan solusi damai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rupiah Tertekan, Dolar Naik, BI Terapkan Threshold Valas
IHSG Turun 1,46% di Pagi, Masuk Zona Merah, Menurunkan 86 Poin
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Wamen Imipas Ditahan
Rupiah Jatuh ke 14.000 per SGD, Pasar Saham Turun 5,2%
IHSG Menurun ke Zona Merah, Turun 1,46% ke 5.854 di Bursa
KAI-INKA Merger Selesai Tahun Ini, Menjadi Holding Subholding
Berita Terbaru
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Pasangan Adnan-Indah Kalah 18‑21, China Laju ke 16 Besar
Operasi Benjolan Bahu Raffi Ahmad, Dorong Pemeriksaan Rutin
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
