Trump Tunda Kunjungan ke Tiongkok, Fokus pada Perang Iran
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, awalnya berencana mengunjungi Tiongkok pada akhir Maret untuk bertemu dengan Xi Jinping. Namun, rencana tersebut ditunda satu bulan karena situasi perang yang sedang berlangsung dengan Iran.
Di Ruang Oval, Trump menyatakan, "Kami sedang berbicara dengan China. Saya ingin sekali, tetapi karena perang, saya ingin berada di sini. Saya merasa harus berada di sini," Ia dikutip oleh CNBC pada Senin, 23 Maret 2026.
Ia menambahkan, "Jadi, kami telah meminta agar pertemuan itu ditunda sekitar satu bulan. Saya menantikan untuk bertemu dengannya. Kami memiliki hubungan yang sangat baik," menjelaskan bahwa penundaan tersebut tidak disebabkan oleh faktor lain.
Trump menegaskan bahwa penundaan hanya karena ia harus tetap berada di AS untuk mengelola perang. Ia berkata, "Tidak ada trik di baliknya," lalu menambahkan, "Sangat sederhana. Kita sedang berperang. Saya pikir penting bagi saya untuk berada di sini,"
Perang Iran menimbulkan ketegangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Tiongkok, sebagai pembeli utama ekspor minyak Iran, telah menyatakan penentangannya terhadap konflik tersebut.
Dalam kesempatan lain, Trump mengajukan permintaan kepada Tiongkok agar membantu AS membuka Selat Hormuz, jalur energi penting di dunia. Ia menyatakan bahwa menunggu setelah pelaksanaan KTT akan terlambat. Namun, Menteri Keuangan Scott Bessent menanggapi dengan mengatakan kepada Squawk Box CNBC pada hari berikutnya bahwa penjadwalan ulang KTT akan dilakukan karena alasan logistik.
Bessent menegaskan, "KTT tidak akan ditunda karena presiden menuntut agar China menjaga Selat Hormuz," menegaskan bahwa keputusan logistik yang lebih penting.
Karoline Leavitt, sekretaris pers Gedung Putih, menyatakan kepada Fox News pada Senin pagi bahwa pertemuan tersebut mungkin dapat ditunda. Ia menekankan bahwa situasi masih dapat berubah.
Beberapa hari setelah AS melancarkan serangan pertamanya terhadap Iran pada akhir Februari, analis tidak mengira perang tersebut akan menggagalkan KTT Trump‑Xi di China. Namun, mereka memperingatkan bahwa keadaan dapat berubah secara dramatis tergantung pada perkembangan perang.
Secara keseluruhan, penundaan pertemuan Trump‑Xi disebabkan oleh kebutuhan Trump untuk tetap berada di AS selama konflik dengan Iran. Meskipun Tiongkok memiliki peran penting sebagai pembeli minyak Iran dan sebagai mitra strategis, kedua negara tetap berusaha menjaga hubungan diplomatik sambil menyesuaikan jadwal pertemuan sesuai kondisi internasional yang berubah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menteri Keuangan: IHSG Turun 19% Tanpa Intervensi Pemerintah
DPR Izinkan Danantara Emitir Patriot Bond, Merah Putih Bond
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
Dolar AS Kuat, Rupiah Tertekan ke Rp18.000 per Unit Jumat
Purbaya: Outlook Negatif Danantara Sesuai Peringkat
Berita Terbaru
Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 Buka 3-15 Juni: Lulusan PPG
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Pemerintah Perkenalkan Kebijakan Energi Terbarukan 2025
Amalia & Fadia Raih Kemenangan Ganda Putri, Melaju ke P4
Jembatan Selemadeg: Lubang Besar, Perbaikan Masih Menunggu
Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk, Populasi Menurun 123 Juta
Ariston Luncurkan Pemanas Air Andris 3, Kamar Mandi Smart
