Trump Umumkan Gencatan 2 Minggu dengan Iran, Turun US$20
Gambar atau konten salah?
Pada Rabu (08 April 2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu. Gencatan ini bertujuan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali secara aman.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun hampir US$ 20 per barel. Untuk pengiriman Mei, harga WTI menurun US$ 18,10 atau 16,02 % menjadi US$ 94,85 per barel pada pukul 23.20 GMT. Sebelumnya, harga sempat menyentuh US$ 91,05, level terendah sejak 26 Maret.
Pengumuman Trump disampaikan lewat media sosial, sehari sebelumnya ia memperingatkan bahwa “sebuah peradaban akan mati malam ini” jika tuntutannya tidak dipenuhi. Trump menegaskan bahwa AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran, yang ia anggap dasar untuk negosiasi lebih lanjut.
Iran menyatakan akan menghentikan serangan jika serangan terhadap mereka juga dihentikan. Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi mengatakan jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat kembali aman selama dua minggu dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran.
Perang antara AS dan Israel melawan Iran sebelumnya mendorong kenaikan harga minyak bulanan terbesar dalam sejarah pada Maret, dengan lonjakan lebih dari 50 %. Gencatan senjata ini dianggap sebagai langkah awal yang baik dan berpotensi membuka jalan bagi pembukaan Selat Hormuz secara permanen, meskipun masih banyak hal yang perlu dipastikan, kata analis IG Tony Sycamore.
Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 % minyak dunia, menjadi pusat perhatian. Dengan harga minyak turun drastis, pasar menantikan apakah gencatan senjata ini akan menstabilkan harga dan keamanan pelayaran di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
