Trump Usulkan Gencatan Senjata 15 Poin di Timur Tengah
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana gencatan senjata yang mencakup 15 poin untuk menghentikan konflik di Timur Tengah. Rencana ini diklaim akan mengakhiri peperangan yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2024.
Menurut laporan yang pertama kali muncul di New York Times, Washington mengirimkan proposal tersebut kepada pejabat Iran melalui Pakistan sebagai perantara. Dua pejabat AS yang mengetahui garis besar proposal dikutip dalam artikel tersebut.
Pakistan sendiri menegaskan kesediaannya menjadi tuan rumah bagi negosiasi ulang antara Washington dan Teheran. Namun, rincian dari 15 poin dalam proposal belum dipublikasikan secara detail.
Di balik proposal tersebut, Steve Witkoff dan Jared Kushner mengusulkan gencatan senjata selama sebuah bulan. Selama periode tersebut, kedua belah pihak akan merundingkan kesepakatan yang berisi 15 poin tersebut.
Channel 12 melaporkan beberapa poin utama dari rencana itu, termasuk pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan terhadap kelompok proksi seperti Hizbullah dan Hamas, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sementara itu, belum ada konfirmasi resmi dari Israel mengenai dukungan mereka terhadap proposal tersebut. Beberapa pejabat Israel mengungkapkan keheranan mereka terhadap langkah AS yang menawarkan gencatan senjata kepada Iran.
Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas laporan-laporan tersebut. Namun, pada 24 Maret 2024, Trump menyatakan bahwa AS sedang berupaya bernegosiasi untuk mengakhiri perang yang berkecamuk selama empat pekan terakhir.
Reaksi Iran terhadap tawaran tersebut sangat mengkritik. Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al‑Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa AS hanya akan berunding dengan diri mereka sendiri. Ia menyampaikan pernyataan video yang ditayangkan di televisi pemerintah Iran pada 25 Maret 2024.
“Kekuatan strategis yang dulu Anda bicarakan, telah berubah menjadi kegagalan strategis,” kata Zolfaghari dalam pernyataannya yang ditujukan kepada AS.
“Negara yang mengklaim sebagai negara adidaya global pasti sudah keluar dari kekacauan ini jika memang mampu. Jangan menyamarkan kekalahan Anda sebagai kesepakatan. Era janji‑janji kosong Anda telah berakhir,” tegasnya.
“Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi dengan diri Anda sendiri?” serunya.
“Kata pertama dan terakhir kami masih sama sejak hari pertama, dan akan tetap seperti itu: Orang seperti kami tidak akan pernah berdamai dengan orang seperti Anda. Tidak sekarang, tidak akan pernah,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut dirilis segera setelah pemerintahan Trump mengirimkan rencana gencatan senjata berisi 15 poin kepada Iran melalui Pakistan.
Rencana ini menimbulkan reaksi beragam di kawasan. Meski pihak AS menegaskan niat damai, Iran menolak tawaran tersebut dengan cemoohan keras. Sementara itu, Israel dan Gedung Putih masih menunggu keputusan akhir. Situasi ini menunjukkan ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah, di mana setiap langkah diplomatik dapat memengaruhi dinamika keamanan regional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahasa Bali Gaul, Slang Anak Muda yang Hidup di Tengah Modernisasi
Jadwal Sholat Denpasar 24 Juni 2026 Lengkap Niat
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Sebelum Perang
76 Calon Paskibraka Nasional 2026 Diumumkan, 119.441 Pendaftar Tersaring
Starmer Mundur sebagai PM Inggris, Akui Kehilangan Dukungan Partai
Polda Bali dan 25 Ribu Pecalang Gelar Apel Bersama Jelang Hari Bhayangkara
Berita Terbaru
188 Kasus Kontrak Pemain, APPI Desak Klub Bayar Tunggakan
Operator Seluler Tunggu Aturan Turunan PP Tunas
Kawanan Monyet Serbu Dua Dusun, Warga Ciamis Waswas
Matchday 2 Piala Dunia 2026 Rampung, 7 Tim Lolos ke 32 Besar
Nasib 9 Wakil Asia di Piala Dunia 2026
Queiroz Sindir VAR "Pergi Ngopi" Usai Ghana Dirampok Penalti
Tio Pakusadewo Pulih, Cegukan Tanda Jantung Bermasalah
Bahasa Bali Gaul, Slang Anak Muda yang Hidup di Tengah Modernisasi