Polda Bali dan 25 Ribu Pecalang Gelar Apel Bersama Jelang Hari Bhayangkara
Gambar atau konten salah?
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara yang ke-80, Polda Bali menggelar apel bersama dengan pecalang pada Selasa, 23 Juni 2026. Ribuan pecalang dari seluruh Bali berkumpul untuk menegaskan kembali komitmen mereka dalam menjaga keamanan dan ketenteraman di Pulau Dewata. Acara ini menjadi simbol penguatan sinergi antara kepolisian dan lembaga adat yang sudah lama menjadi bagian dari sistem keamanan tradisional Bali.
Dalam apel tersebut, para pecalang membacakan ikrar bersama. Isinya menegaskan tekad mereka untuk bersatu dan bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat. "Kami, Pecalang Bali, akan bersatu dan bersinergi bersama seluruh elemen masyarakat menjaga kedamaian di setiap jengkal tanah Bali," demikian bunyi ikrar yang dibacakan. Mereka juga berjanji untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sosial yang sejahtera dan adil. Selain itu, pecalang berkomitmen mengawal terwujudnya pariwisata yang berkualitas, beretika, dan berkelanjutan di Bali.
Kapolda Bali, Irjen Daniel Adityajaya, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, tugas menjaga keamanan di era modern bukan lagi pekerjaan yang bisa dilakukan polisi sendirian. Dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat. "Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam apel ini. Tugas menjaga kamtibmas merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat adalah mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban," ujar Daniel.
Daniel menegaskan bahwa pecalang bukan sekadar petugas keamanan biasa. Mereka adalah warisan kearifan lokal Bali yang memiliki legitimasi adat yang kuat. Pecalang lahir, tumbuh, dan mengakar di tengah masyarakat Bali. Dengan kemampuan deteksi dini, pendekatan yang persuasif, dan penyelesaian masalah secara kultural, pecalang menjadi bagian penting dari sistem pengamanan di Bali.
Saat ini, jumlah pecalang di Bali diperkirakan mencapai sekitar 25 ribu orang. Angka ini termasuk pecalang perempuan yang juga aktif berperan dalam menjaga keamanan di lingkungan adat mereka. "Ini adalah kekuatan khusus yang harus terus dirawat dan ditingkatkan kualitasnya," tegas Daniel. Ia menambahkan, ketika Polri, TNI, pecalang, dan seluruh elemen masyarakat bersatu dalam satu komitmen, maka stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat akan tetap terjaga. Potensi konflik bisa dicegah, dan Bali akan tetap berdiri kokoh sebagai daerah yang aman dan damai.
Daniel juga mengingatkan bahwa dinamika keamanan saat ini masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik global maupun nasional. Perkembangan teknologi, kondisi ekonomi, dan munculnya berbagai isu sosial disebutnya sebagai faktor-faktor yang berpotensi memicu polarisasi di tengah masyarakat. Menurutnya, berbagai peristiwa unjuk rasa yang pernah terjadi harus dijadikan pembelajaran bersama. Stabilitas keamanan harus terus dijaga melalui komunikasi yang baik, deteksi dini, dan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Kapolda Bali menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Namun, pelaksanaannya harus tetap berada dalam koridor hukum. Yang terpenting, kata Daniel, adalah mengedepankan ketertiban dan kepentingan umum. "Saya meyakini masyarakat Bali adalah masyarakat yang cerdas, matang secara sosial, dan bijaksana dalam menyikapi derasnya arus informasi serta berbagai potensi provokasi yang dapat memecah persatuan," katanya.
Apel bersama pecalang ini merupakan langkah preemtif yang dilakukan Polda Bali. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan, khususnya pecalang sebagai mitra strategis Polri. Melalui sinergi ini, setiap dinamika sosial diharapkan dapat dikelola dengan baik. Harapannya, tidak ada lagi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi dari tema Hari Bhayangkara ke-80, yaitu 'Polri untuk Masyarakat'. Tema ini menegaskan kehadiran Polri bersama masyarakat dalam menjaga keamanan.
"Bali bukan hanya rumah bagi masyarakat Bali, tetapi juga wajah Indonesia di mata dunia. Karena itu menjaga Bali tetap aman, damai, dan kondusif merupakan tanggung jawab kita bersama," ujar Daniel. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Masyarakat diminta memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pecalang, dan seluruh komponen masyarakat. Langkah preventif, deteksi dini, dan penyelesaian masalah secara humanis harus terus diutamakan.
Daniel juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi gangguan keamanan. Laporan bisa disampaikan melalui kantor kepolisian terdekat. Alternatif lainnya adalah menghubungi layanan darurat 110. Nomor ini beroperasi 24 jam dan bebas pulsa. "Polda Bali dan seluruh jajaran berkomitmen untuk terus menjaga serta meningkatkan sinergi dengan seluruh mitra kamtibmas demi mewujudkan Bali yang aman, damai, dan kondusif," tutupnya.
Kehadiran pecalang sebagai mitra keamanan bukanlah hal baru di Bali. Mereka sudah ada sejak lama dan diakui secara adat. Dengan jumlah yang mencapai puluhan ribu, pecalang menjadi kekuatan besar yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas. Apel bersama ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak melihat pecalang sebagai pesaing, melainkan sebagai rekan kerja. Sinergi antara polisi dan pecalang diharapkan bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. Namun, tantangan tetap ada. Arus informasi yang deras dan potensi provokasi dari luar harus dihadapi dengan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Bali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jenderal TNI Tarik Ajudan di Jogja Marathon
MPLS 2026/2027 Resmi Lima Hari, Lebih Lama dari Aturan Sebelumnya
Capricorn: Tindakan Nyata Lebih Bermakna dari Kata-Kata
Donnie Sibarani Panggung di Ultah ke-386 Amlapura
Mahasiswa Bali Desak DPRD, 16 Tuntutan Diserahkan ke Pusat
Tabanan Targetkan Parkir Jatiluwih Rampung 2026-2027
Berita Terbaru
Polda Bali dan 25 Ribu Pecalang Gelar Apel Bersama Jelang Hari Bhayangkara
Dolar AS Menguat 28 Poin ke Rp 17.871
BMKG Peringatkan Hujan Petir di Dua Daerah Sumbar
9 Muharram Besok: Puasa Tasua Bisa Dua Versi Tanggal
Kebakaran di Sawahan Surabaya Tewaskan Bocah 6 Tahun
Menkes Peringatkan: 4 Sendok Kecap Manis Bisa Lampaui Batas Garam Harian
Mbok Berek dan Rahasia Ayam Goreng Kalasan: Air Kelapa Kunci Kelezatan
Pelanggan Setia Daihatsu Terios Sudah 14 Tahun, Tempuh 109 Ribu Km