Ubaya Raih Ganda Emas di Campus League Regional Surabaya
Gambar atau konten salah?
Prestasi mentereng diraih tim basket Universitas Surabaya (Ubaya). Pada 29 April 2026, Ubaya berhasil merebut gelar ganda di Campus League Basketball Regional Surabaya.
Final Campus League Basketball Regional Surabaya berlangsung di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pada hari tersebut, dua pertandingan final berlangsung: pertama, Tim Putri Ubaya melibas Universitas Ciputra Makassar (UCM) dengan skor meyakinkan 95-28; kedua, Tim Putra Ubaya mengalahkan wakil Papua Universitas Cendrawasih (Uncen) dengan skor 84-48.
Tim Putri Ubaya tampil impresif dan solid di semua lini. Meski sempat mendapat perlawanan dari UCM di awal laga, skuad asuhan Wellyanto Pribadi ini mampu menjaga tempo permainannya. Transisi yang cepat dan disiplin defense membuat UCM kesulitan menembus. Masuk quarter kedua, Ubaya makin panas dan cukup efektif mengonversi poin lewat fastbreak maupun second chance. Ubaya mampu menutup babak pertama dengan margin lebar 44-14. Usai halftime, Ubaya tak mengendurkan intensitas, rotasi pemain berjalan dengan mulus dengan tetap menjaga kualitas permainan. UCM hanya mampu mencatatkan 4 poin di quarter ketiga. Masuk quarter keempat, laga praktis dikuasai Ubaya. Mereka tetap bermain disiplin hingga buzzer berbunyi, yang memastikan medali emas dan podium juara putri Campus League Basketball Regional Surabaya jadi milik Tim Putri Ubaya.
Pencapaian tim putri ini kemudian digandakan dengan kemenangan Tim Putra Ubaya atas Universitas Cendrawasih (Uncen). Sejak tip-off, sebenarnya Uncen bermain lebih berani dan dominan dengan memberikan tekanan keras kepada Ubaya. Namun agresivitas Uncen berhasil diredam Ubaya yang lebih rapi dan efektif meraup poin. Meski keduanya ngotot dalam perebutan poin, namun hingga turun minum Ubaya tetap unggul dengan 45-27. Selepas halftime, giliran Ubaya tampil lebih lugas. Offense yang presisi membuat Ubaya kian memperlebar jarak. Puncaknya di quarter terakhir, Ubaya makin di atas angin. Meski Uncen berusaha keras mengejar defisit poin, namun margin yang terlanjur jauh membuat upaya mereka tidak cukup untuk membalik keadaan. Alhasil Ubaya memastikan medali emas putra Campus League Basketball Regional Surabaya juga berhasil dibawa pulang.
Dengan hasil ini, Tim Putri dan Putra Ubaya otomatis mengantongi tiket untuk melangkah ke babak The National Campus League Basketball yang akan berlangsung di Jakarta pada 6–13 Juni 2026. Mereka melaju bersama Tim Putri Universitas Ciputra Makassar dan Tim Putra Universitas Cendrawasih sebagai peringkat kedua, untuk menghadapi tim-tim terbaik yang berasal dari empat regional lainnya, yaitu Bandung, Yogyakarta, Samarinda, dan Jakarta.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut kompetisi di Regional Surabaya berjalan dengan lancar dengan antusiasme yang besar dari perguruan tinggi dan para student‑athlete di Jawa Timur dan sekitarnya. Sejak dimulai pada 22 April 2026, sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi telah ambil bagian. Ryan mengatakan meski rentang kualitas antar tim peserta di Regional Surabaya cukup beragam, namun hal itu merupakan dinamika yang justru jadi tantangan bersama untuk terus melakukan peningkatan dalam pembinaan dan kompetisi yang lebih baik agar kualitas tim basket kampus di Surabaya semakin merata.
“Justru kita berharap dengan Campus League ini ekosistem olahraga di kampus ini jadi termotivasi. Ada pergerakan‑pergerakan baru. Saya mengamati dari tahun 2012 di Jawa Timur itu secara tradisional ada Ubaya dan Unair yang kuat. Tapi karena ada kekosongan (kompetisi) cukup lama, jadi petanya agak berubah. Maka kemudian kita ingin agar ini menjadi stimulasi baru untuk ekosistem basket, tidak hanya Surabaya, tapi juga seluruh Indonesia,” jelas Ryan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko S.Pd., M.Kes., menyampaikan apresiasi terhadap Campus League sebagai wadah kompetisi dan prestasi para mahasiswa di Surabaya dan sekitarnya. Ia merasa bangga, meski Tim Putra Unesa hanya meraih juara ketiga, namun di sisi lain berhasil menjadi tuan rumah yang baik sekaligus berkolaborasi untuk ikut menstimulasi kembali ekosistem basket di Surabaya.
“Kami bersyukur dan berterima kasih dipercaya sebagai tuan rumah Campus League Basket di Surabaya. Ini menjadi komitmen dan semangat kami di Unesa sebagai kampusnya para juara. Untuk saat ini, lumayan kami masih bisa meraih peringkat ketiga. Ini menjadi sengatan bagi kami untuk lebih intensif lagi supaya bisa bersaing di level atas di tahun‑tahun berikutnya. Saya juga ingin mengajak untuk generasi muda para mahasiswa untuk ikut di Campus League. Karena melalui olahraga dan berkompetisi merupakan sarana pembentukan karakter yang sesungguhnya,” Dwi Cahyo menuturkan.
Keberhasilan Ubaya menorehkan dua gelar sekaligus menandai momen penting bagi basket kampus di Surabaya. Kemenangan ini juga menegaskan bahwa kompetisi regional dapat menjadi batu loncatan bagi tim-tim kampus untuk meraih panggung nasional. Dengan dukungan dari pihak kampus dan pengelola liga, harapan akan semakin kuat bahwa ekosistem basket di Indonesia akan terus tumbuh dan menghasilkan pemain berkualitas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Buford Akui Boros Bola, Janji Pelita Jaya Lebih Rapi di Game 2 IBL
Pelita Jaya Siap Hadapi Bogor Hornbills di Final IBL 2026
Pelita Jaya Siap Balas Dendam, Hadapi Bogor Hornbills di IBL
Maxime Pellegrini: Pebasket 14 Tahun Raih Gelar Internasional Indonesia
Knicks Raih Gelar NBA 2026, Menang 4‑1 atas Spurs di Final
DBL 2026/27: Aqua Jadi Mitra Resmi Dance, Fokus Hidrasi
Berita Terbaru
Yamaha Fazzio Hybrid: Dari Kanvas Kreatif hingga Motor Fungsional
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
