ULN Indonesia naik 0,8% triwulan I-2026, 29,5% PDB tengah

Jaka M. · 2 min baca · 15 hari lalu · 43 dibaca
Bisik.id
ULN Indonesia naik 0,8% triwulan I-2026, 29,5% PDB tengah

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia (BI) mencatatkan total Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Maret 2026 mencapai US$ 433,4 miliar atau setara Rp 7,669 triliun (kurs Rp 17.695). Nilai ini naik 0,8 % dibandingkan posisi pada Desember 2025 yang bernilai US$ 431,7 miliar.

“Posisi ULN Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar US$ 433,4 miliar atau secara tahunan tumbuh 0,8 %, melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV-2025 sebesar 1,9 %,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan tertulis, 19 Mei 2026.

Secara rasio, ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) turun menjadi 29,5 % pada triwulan I-2026, dari 30 % pada triwulan IV-2025. ULN Indonesia didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,4 % dari total ULN.

ULN pemerintah pada triwulan I-2026 sebesar US$ 214,7 miliar atau tumbuh 3,8 % secara tahunan (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan IV-2025 yang sebesar 5,5 % (yoy). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional seiring dengan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

“Sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur dan akuntabel dengan pemanfaatan yang terus diarahkan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah dan memanfaatkan momentum pertumbuhan perekonomian,” jelas Denny.

  • 22,1 % dari total ULN pemerintah dimanfaatkan untuk Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
  • 20,2 % untuk Administrasi Pemerintah, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
  • 16,2 % untuk Jasa Pendidikan
  • 11,5 % untuk Konstruksi
  • 8,5 % untuk Transportasi dan Pergudangan

Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99 % dari total ULN pemerintah.

Di sisi lain, ULN swasta pada triwulan I-2026 turun menjadi US$ 191,4 miliar dibandingkan posisi pada triwulan IV-2025 sebesar US$ 194,2 miliar. Penurunan posisi ULN terjadi pada kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations), yang secara tahunan masing-masing tercatat kontraksi 3,6 % (yoy) dan 1,3 % (yoy).

  • ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan
  • Jasa Keuangan dan Asuransi
  • Pengadaan Listrik dan Gas
  • Pertambangan dan Penggalian

ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,6 % terhadap total ULN swasta.

Untuk menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI memastikan akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam pemantauan perkembangan ULN. “Peran ULN juga akan terus dioptimalkan untuk menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Denny. “Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” tutur Denny.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir 2026 tetap moderat, dengan dominasi utang jangka panjang. BI terus memantau struktur dan alokasi ULN untuk mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Utang Luar NegeriBank IndonesiaPDBSektor Jasa KesehatanSektor PendidikanULN PemerintahULN SwastaPertumbuhan Ekonomi

Komentar

Memuat komentar...