Sabrina Chairunnisa Mundur dari Program S3 UI

Jaka M. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Sabrina Chairunnisa Mundur dari Program S3 UI

Gambar atau konten salah?

Model dan influencer, Sabrina Chairunnisa, mengumumkan pengunduran dirinya dari program Doktoral (S3) Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia (UI). Keputusan ini ia sampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @sabrinachairunnisa_. Dalam unggahan tersebut, ia mengakui bahwa studi S3 ini sangat berarti baginya, namun ia merasa harus melepaskannya.

"Sulit rasanya melepaskan sesuatu yang dulu sangat berarti, tapi terkadang melangkah maju berarti memiliki keberanian untuk memilih jalan yang berbeda. Segala sesuatu berubah. Rencana berubah. Orang berubah. Tapi satu hal tetap sama, kita harus terus bergerak maju. Sampai jumpa, UI," tulis Sabrina pada Rabu, 08 Juli 2026. Ia menambahkan bahwa keputusan ini tidaklah mudah, tetapi ia telah memiliki prioritas baru dalam hidupnya.

Dalam pernyataannya, Sabrina menyoroti kebijakan UI yang menjadikan absensi sebagai syarat utama kelulusan atau ujian akhir. Ia berharap ke depannya, universitas-universitas di Indonesia bisa lebih fleksibel seperti di negara lain. "Hopefully (semoga) ke depan universitas-universitas di Indonesia gak menjadikan absensi sebagai bobot utama syarat kelulusan/syarat final exam kaya negara lain ya," ungkapnya.

Sabrina juga menanggapi komentar warganet yang membahas soal absensi sebagai syarat kelulusan. Ia setuju dengan pendapat bahwa sekolah di luar negeri lebih mengutamakan proyek dan hasil akhir tes. Sebagai contoh, ia menyebut pendidikan di Singapura yang super ketat, tetapi tidak terlalu mementingkan absensi. Menurutnya, UI masih sangat mempertimbangkan absensi. Sebagai mahasiswa S3, ia diharuskan mengikuti perkuliahan tatap muka dengan jadwal yang kurang fleksibel.

"UI masih banget (mempertimbangkan absensi). Mana kelasnya sehari 1 matkul (mata kuliah), benar-benar buang waktu. Sementara kan, ga semua orang S3 nganggur atau bisa 'cuti kerja selama masa studi S3' kaya para PNS," jelasnya. Program studi S3 Ilmu Komunikasi yang ia jalani di UI hanya memiliki program reguler, tanpa opsi penelitian saja. "Doktoral Ilkom UI tidak ada research only ya. Hanya ada reguler jadi tatap muka dan research. Dan dosen UI memang super ketat soal absen. Then again, kaya aku bilang di caption, things change, ya kalau dulu mikirnya aman aja tapi namanya hidup siapa yang tahu," cerita Sabrina.

Setelah mengundurkan diri, Sabrina tengah mempersiapkan diri untuk pindah ke New York, Amerika Serikat. "Siapa yang ngira kalau di usia 33 aku baru nata kehidupan baru. Pun intinya karena mau pindah di NY, itu aja sih karena emang udah ga memungkinkan kalo ga tinggal di Indo perkara absen walau cuman tatap muka 1 semester lagi," imbuhnya. Dalam sebuah komentar, ia menjelaskan bahwa saat ini karier menjadi prioritas utamanya. Hal ini karena ia memiliki 100 siswa atau mahasiswa yang bergantung padanya melalui Beasiswa Sabrina Chairunnisa.

Berdasarkan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemdiktisaintek, status Sabrina di UI belum berubah menjadi mengundurkan diri. Ia resmi masuk UI pada Februari 2025 dan status terakhirnya adalah cuti. Saat ini, Sabrina berada di Korea Selatan untuk mengikuti sekolah musim panas. Setelah program tersebut selesai, ia akan kembali ke Indonesia untuk beberapa minggu, lalu melanjutkan kehidupan ke New York. "Sekarang di Korea, lagi summer school. Abis summer school, balik Indo for a weeks, then back to NY," ucapnya.

Sabrina menegaskan bahwa alasan utama pengunduran dirinya adalah keinginan untuk memulai kehidupan baru di New York. Sementara itu, soal fleksibilitas absensi menjadi harapannya untuk pendidikan tinggi di Indonesia ke depan.

Keputusan Sabrina Chairunnisa untuk meninggalkan program doktoralnya menyoroti tantangan yang dihadapi mahasiswa S3 yang juga memiliki komitmen profesional dan pribadi. Kebijakan absensi yang ketat di UI, terutama untuk program reguler, menjadi faktor yang mempersulitnya untuk tetap melanjutkan studi sambil merencanakan pindah ke luar negeri. Prioritasnya saat ini adalah mengelola beasiswa yang menaungi 100 siswa, serta memulai babak baru kehidupan di New York pada usia 33 tahun.

Sabrina Chairunnisapengunduran diridoktoralUIabsensikebijakanNew Yorkbeasiswa

Komentar

Memuat komentar...