United Airlines Potong 5% Penerbangan, Pertumbuhan Tetap

Hari W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
United Airlines Potong 5% Penerbangan, Pertumbuhan Tetap

Gambar atau konten salah?

United Airlines akan memotong penerbangan yang tidak menguntungkan di dua kuartal berikutnya. Langkah ini diambil karena harga bahan bakar diperkirakan tetap tinggi akibat konflik di Iran, meski permintaan perjalanan udara masih kuat.

CEO United Airlines, Scott Kirby, mengatakan perusahaan sedang bersiap menghadapi kemungkinan harga minyak naik hingga US$ 175 per barel dan tetap di atas US$ 100 per barel sampai akhir 2027. Jika skenario ini terjadi, biaya bahan bakar tahunan maskapai bisa naik sekitar US$ 11 miliar, lebih dari dua kali keuntungan yang pernah mereka catat di tahun terbaiknya.

Lonjakan harga bahan bakar pesawat yang hampir dua kali lipat sejak akhir Februari telah meningkatkan biaya operasional di seluruh industri penerbangan dan memaksa maskapai menyesuaikan rute serta jadwal penerbangan.

Meski memangkas penerbangan dalam jangka pendek, United Airlines menegaskan tidak akan mundur dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Maskapai ini tetap berencana menerima sekitar 120 pesawat baru tahun ini, dan tidak akan melakukan PHK karyawan atau menunda investasi, berbeda dengan langkah yang sering diambil pada krisis sebelumnya.

United Airlines sebelumnya sudah mulai mengurangi penerbangan yang kurang menguntungkan, seperti penerbangan tengah pekan, Sabtu, dan penerbangan malam. Maskapai ini berencana menghapus sekitar 3% penerbangan di luar jam sibuk pada kuartal kedua dan ketiga, serta mengurangi sekitar 1% kapasitas penerbangan dari bandara hub Chicago O'Hare. Selain itu, layanan ke Tel Aviv dan Dubai masih ditangguhkan. Secara total, pemangkasan ini mencapai sekitar 5% dari kapasitas penerbangan yang direncanakan tahun ini. Maskapai menargetkan jadwal penerbangan penuh baru bisa kembali normal pada musim gugur.

United Airlines menyesuaikan operasi untuk menghadapi biaya bahan bakar yang tinggi sambil tetap menjaga rencana pertumbuhan jangka panjang.

United Airlinesharga bahan bakarkonflik Iranpenurunan penerbanganinvestasi pesawat barubiaya operasionaljam sibukbandara hub

Komentar

Memuat komentar...