UNSRI-RSMH Kembangkan Alat Cek Kesehatan Otomatis

Vera T. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
UNSRI-RSMH Kembangkan Alat Cek Kesehatan Otomatis

Gambar atau konten salah?

Universitas Sriwijaya (UNSRI) dan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang bekerja sama mengembangkan teknologi kesehatan. Fokusnya pada inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). Ini bagian dari upaya menghadirkan hasil riset kampus ke dunia nyata, khususnya untuk mewujudkan rumah sakit pintar atau smart hospital.

Kerja sama ini berawal dari uji coba perangkat bernama Smart Health. Alat itu dirancang oleh tim peneliti Fakultas Ilmu Komputer UNSRI, melibatkan mahasiswa dan alumni doktoral. Fungsinya sederhana tapi penting: memeriksa enam parameter kesehatan secara otomatis. Parameter itu meliputi saturasi oksigen, denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, tinggi badan, dan berat badan. Semua data dari pemeriksaan ini langsung terhubung ke Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Caranya lewat mekanisme Single Sign-On (SSO). Tenaga medis bisa langsung melihat informasi pasien secara real-time. Tidak perlu lagi mencatat manual.

Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., Kasubdit Alumni UNSRI, menjelaskan bagaimana tim ini bekerja. Alumni doktoral berperan sebagai arsitek sistem. Mereka memastikan teknologi yang dibangun memenuhi standar ketat. Dosen menjadi motor riset dan menjembatani kebutuhan rumah sakit dengan dunia kampus. Mahasiswa bertindak sebagai kreator di balik layar. Mereka merakit perangkat keras dan memrogram perangkat lunak. "Alumni Doktoral berperan sebagai arsitek sistem dan konseptor arsitektur dengan memastikan teknologi yang dibangun memenuhi standar yang ketat, Dosen Pengarah menjadi motor penggerak riset (R&D) sekaligus menjembatani regulasi antara dunia kampus terutama Lab Pendukung dan kebutuhan riil pihak rumah sakit, dan Mahasiswa menjadi kreator di balik layar yang merakit perangkat keras (hardware) dan memprogram perangkat lunak (software)," ujar Deris dalam siaran pers pada Jumat, 10 Juli 2026.

Menurut Deris, kolaborasi ini bukti bahwa hasil penelitian kampus bisa memberi solusi nyata bagi sektor kesehatan. Ia berharap inovasi-inovasi ini bisa mempercepat transformasi digital layanan kesehatan. Juga memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai pelopor smart hospital di Indonesia. "Kehadiran alat ini sebagai hilirisasi nyata dari hasil penelitian yang menegaskan bahwa pihak RSMH sangat serius dalam mengadopsi teknologi lokal. Kolaborasi UNSRI dan RSMH ini membuktikan bahwa 'Wong Kito' mampu memimpin gerak maju smart hospital di Sumatera Selatan," jelasnya.

Dari sisi rumah sakit, dr. Rahmadian, M.K.M., Direktur Layanan Operasional RSMH, menyampaikan bahwa integrasi teknologi digital adalah langkah penting. Tujuannya meningkatkan kualitas pelayanan. Ia menambahkan, kolaborasi dengan Fakultas Ilmu Komputer UNSRI sudah berjalan dua tahun. Kegiatan seperti IMWORK-COMNETS menjadi fondasi kuat untuk transformasi digital layanan kesehatan di Sumatera Selatan.

Adi Hermansyah, Tim Leader Smart Health, memaparkan keunggulan sistem yang dikembangkan. Pertama, keamanan data terjamin karena sistem terenkripsi. Kedua, meminimalkan kesalahan pencatatan — istilahnya zero human error. Ketiga, mempercepat proses pelayanan. Hasil pemeriksaan bisa langsung diakses dokter saat pasien masuk ruang konsultasi. Tidak perlu menunggu lama.

Selain Smart Health, tim riset COMNETS-SPCIES Fakultas Ilmu Komputer UNSRI juga mengembangkan inovasi lain. Salah satunya MEDRO, kependekan dari Medicine Delivery Robotics. Ini robot pengantar obat berbasis AI. Robot ini bisa bergerak sendiri menggunakan sistem navigasi cerdas. Ia juga bisa mendeteksi halangan di depannya. Teknologi hidrolik membuat distribusi obat lebih cepat, aman, dan efisien.

Inovasi lainnya adalah sistem interkoneksi untuk perangkat di ruang ICU. Perangkat seperti monitor pasien, ventilator, dan alat pemantau tanda vital dihubungkan dengan SIMRS. Data klinis pasien otomatis terkirim secara real-time. Ini membantu dokter mengambil keputusan medis lebih cepat dan akurat.

Tim pengembang juga berhasil menerapkan mekanisme UDP Listener. Fungsinya menangkap data dari monitor pasien. Mereka juga mengembangkan konversi data standar HL7 ke format JSON. Tujuannya agar data bisa terintegrasi dengan aplikasi berbasis web atau SIMRS lewat Application Programming Interface (API).

Kolaborasi antara UNSRI dan RSMH Palembang ini menunjukkan bagaimana riset kampus bisa langsung diterapkan di lapangan. Bukan sekadar proyek akademik, tapi solusi nyata untuk rumah sakit. Dari alat cek kesehatan otomatis hingga robot pengantar obat, semua dirancang untuk memudahkan kerja tenaga medis dan mempercepat layanan pasien. Sumatera Selatan mulai mengambil peran dalam transformasi digital kesehatan di Indonesia.

UNSRIRSMHteknologi kesehatankecerdasan buatanInternet of Thingssmart hospitalSmart Healthrobot pengantar obat

Komentar

Memuat komentar...