US Militer Blokir Tiga Kapal Tanker Iran di Laut Asia
Gambar atau konten salah?
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terus memanas. Pada 23 April 2026, militer Amerika Serikat dilaporkan berhasil menahan setidaknya tiga kapal tanker berbendera Iran yang melintasi perairan Asia.
Menurut laporan yang dikutip dari Reuters, sumber industri pelayaran dan keamanan menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut dipaksa putar balik dan dialihkan dari posisi semula di dekat India, Malaysia dan Sri Lanka. Langkah ini sejalan dengan upaya Amerika Serikat memblokade Iran melalui jalur laut. Hingga saat ini, militer Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi terkait pencegatan tersebut.
Situasi ini semakin memanas ketika Iran menembaki kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Meski saat ini sedang dalam masa gencatan senjata, belum ada tanda-tanda perundingan damai akan berlanjut setelah hampir dua bulan perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran berkecamuk.
Dalam beberapa hari terakhir, tensi meningkat setelah pasukan Amerika Serikat menyita satu kapal kargo dan satu tanker minyak Iran. Iran pun mengklaim telah menangkap dua kapal kontainer yang mencoba keluar dari Teluk setelah sempat memberikan tembakan peringatan.
Berdasarkan data pelacakan kapal dari platform MarineTraffic dan informasi sumber terkait, ketiga kapal yang dicegat Amerika Serikat adalah Deep Sea, Sevin, dan Dorena. Deep Sea merupakan sebuah kapal super tanker berbendera Iran yang membawa sebagian muatan minyak mentah. Kapal ini terakhir terlihat di lepas pantai Malaysia seminggu lalu.
Sementara itu, Sevin adalah kapal berbendera Iran yang lebih kecil dengan kapasitas maksimal 1 juta barel. Saat dicegat, kapal tersebut membawa setidaknya 65% dari kapasitas. Kapal ini terakhir terdeteksi di lepas pantai Malaysia sebulan yang lalu. Dorena adalah kapal super tanker berbendera Iran yang membawa muatan penuh 2 juta barel minyak mentah dan terakhir terlihat di lepas pantai India selatan tiga hari lalu.
Komando Pusat USCENTCOM mengonfirmasi melalui unggahan di media sosial X bahwa kapal Dorena saat ini berada di bawah pengawalan kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat di Samudra Hindia. Kapal itu mencoba melanggar blokade.
Selain ketiga kapal itu, sumber dari industri pelayaran menyebut pasukan Amerika Serikat kemungkinan juga telah mencegat tanker Derya. Kapal tersebut diketahui gagal membongkar muatan minyak Iran di India sebelum masa keringanan (waiver) pembelian minyak mentah Iran dari Amerika Serikat berakhir pada hari Minggu lalu. Data MarineTraffic menunjukkan posisi terakhir kapal Derya berada di lepas pantai barat India pada hari Jumat.
Blokade ini merupakan bagian dari strategi Amerika Serikat untuk memotong ekspor minyak Iran. Kehadiran angkatan laut yang meningkat di perairan tersebut menambah ketegangan. Konflik yang berlangsung hampir dua bulan ini belum menunjukkan jejak perundingan damai, menambah ketidakpastian bagi para pelaut dan perusahaan shipping yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dengan tidak adanya komentar resmi dari militer Amerika Serikat dan aksi balasan Iran di Selat Hormuz, situasi tetap rawan. Blokade dan penahanan kapal menyoroti betapa pentingnya jalur laut bagi kedua belah pihak. Dampak jangka panjangnya akan tergantung pada perkembangan diplomasi dan keputusan strategis di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
