Utang Whoosh Dialihkan ke Kemenkeu
Gambar atau konten salah?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria sudah bertemu. Mereka membahas penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh. Hasilnya, utang itu akan dipindahkan ke Kementerian Keuangan.
Proses pengalihan ini ditargetkan selesai pada pertengahan September mendatang. Purbaya menyampaikan hal itu setelah pertemuan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu 5 Agustus 2026.
"Jadi, pembahasan yang pertama adalah Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Ini kan diserahkan dari Danantara kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September ya sudah akan clear," kata Purbaya.
Purbaya memastikan utang ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Alasannya, pengelolaan utang akan ditarik ke Kemenkeu dan dikelola lewat Special Mission Vehicle (SMV) milik Kemenkeu. SMV adalah kendaraan khusus yang dimiliki pemerintah untuk menjalankan tugas tertentu.
"Dialihkan ke Kemenkeu, dikelola saya semuanya KCIC itu, tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada ini dan lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN. Jadi walaupun oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN," jelas Purbaya.
Purbaya juga menjelaskan soal kepemilikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Nantinya, KCIC tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kepemilikannya akan dialihkan ke koordinasi Kementerian Keuangan.
PT KCIC adalah perusahaan patungan. Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dan konsorsium perusahaan China bekerja sama di sini. Rincian kepemilikan saham: 60% oleh pihak Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan 40% oleh konsorsium China. Dengan pengalihan ini, 60% saham KCIC akan berpindah ke Kemenkeu.
"(Kepemilikan KCIC) di saya, bukan (di bawah KAI). 60% (saham) kasih ke kita, 40% ada yang lain, masih ada China di situ kan. Kita tanya ke China juga sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini dan mungkin kalau disuruh kita akan perpanjang ke Jawa Timur sana," ungkap Purbaya.
Sementara itu, Dony Oskaria belum menyebutkan besaran utang yang akan dialihkan. Saat ini pihaknya masih menghitung angka pastinya. "Pada saat penyerahan nanti ya, details-nya akan dihitung. Pertengahan September paling lambat," ujar Dony.
Proyek kereta cepat ini memang rumit sejak awal. Pembiayaannya besar, dan struktur kepemilikannya melibatkan banyak pihak. Pengalihan utang ke Kemenkeu lewat SMV adalah cara agar APBN tidak langsung terbebani. Tapi tetap saja, utang ini akhirnya ditanggung pemerintah. Hanya saja mekanismenya berbeda. Pertengahan September nanti kita akan tahu angka pastinya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait