Video Joget Hendrik Irawan Viral, SPPG Ditutup Sementara

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 50 dibaca
Bisik.id
Video Joget Hendrik Irawan Viral, SPPG Ditutup Sementara

Gambar atau konten salah?

Hendrik Irawan, pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya muncul di publik setelah video jogetnya menjadi viral. Video tersebut menampilkan aksi menari di dalam dapur sambil mengklaim menerima Rp 6 juta per hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan yang tampak menyenangkan ini malah memicu kontroversi di media sosial.

Netizen langsung menuduh Hendrik berbohong. Mereka menyoroti fakta bahwa dapur SPPG miliknya telah ditutup sementara, meski ia mengklaim sudah mengeluarkan Rp 3,5 miliar untuk program tersebut dan belum kembali modal. Penutupan ini menambah ketegangan antara publik dan pengelola fasilitas publik.

Dalam pernyataannya, Hendrik menjelaskan bahwa video joget itu sudah dibuat sejak lama. Ia mengatakan video tersebut hanya diposting di akun media sosialnya belakangan. Ia tidak bermaksud menonjolkan insentif yang diterima, meski kemudian video tersebut disambungkan dengan klaim penghasilan Rp 6 juta.

“Jadi video itu saya buat sudah lama, waktu itu juga sedang libur (operasional SPPG). Kemudian ada yang menggabungkan video itu sama omongan soal Rp6 juta,” kata Hendrik saat ditemui pada 27 Maret 2026.

Hendrik menegaskan bahwa ia tidak berniat merendahkan program Presiden RI, Prabowo Subianto. Saat video tersebut menjadi viral dengan sentimen negatif, ia sempat merasa marah dan memikirkan melaporkan beberapa akun media sosial ke polisi. Namun, ia akhirnya tidak melakukannya.

“Tapi enggak jadi (laporan polisi), waktu itu saya tersulut emosi. Saya terima kalau netizen sekarang menghujat saya, enggak apa-apa,” ujarnya.

Ia kemudian mengungkapkan permohonan maaf terbuka kepada netizen. Hendrik menerima konsekuensi penutupan sementara SPPG miliknya sebagai akibat dari tindakan yang menimbulkan kerusuhan.

“Saya mohon maaf kepada netizen, ini jadi pelajaran buat saya. Ya saya juga terima kalau SPPG ditutup sementara, sambil kita juga terus berbenah,” katanya.

Hendrik menegaskan bahwa ia tidak merasa terganggu oleh konsekuensi tersebut. Ia bahkan mengakui menerima hinaan yang datang kepadanya sebagai akibat dari tindakannya.

Ramzi, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (PPG) Regional Bandung, menilai tindakan Hendrik tidak pantas dilakukan di lingkungan SPPG dan berpotensi mencoreng citra program MBG. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut bersifat pribadi dan tidak mewakili siapapun.

“Ya itu kan urusan personal sebetulnya, tidak mewakili siapapun. Cuma tidak sepatutnya juga dia seperti itu, apalagi di dalam SPPG. Kita ingatkan kedepan SPPG di KBB fokus mengurus MBG saja, jangan mencoreng nilai positif dengan aksi seperti itu,” ujar Ramzi.

Selain faktor viral video, penutupan sementara juga disebabkan oleh infrastruktur yang belum memenuhi standar operasional. Ramzi menjelaskan bahwa dari beberapa dapur, hanya satu yang masih beroperasi. Infrastruktur yang belum sesuai standar akan dicek lagi sebelum dibuka kembali. Penutupan tersebut akan berlangsung sesuai waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan.

Kasus ini mengingatkan bahwa aktivitas di media sosial, terutama yang berkaitan dengan fasilitas publik dan program pemerintah, dapat memiliki dampak luas. Tindakan pribadi di ruang publik dapat memengaruhi persepsi publik dan menimbulkan konsekuensi administratif bagi pengelola fasilitas.

Hendrik IrawanSPPGvideo joget viralMBGpenutupan sementaranetizeninfrastrukturprogram pemerintah

Komentar

Memuat komentar...