Video Petani Terbang Pakai Drone di Tuban Ternyata Konten
Gambar atau konten salah?
Sebuah video yang memperlihatkan seorang petani "terbang" menggunakan drone di area perkebunan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam rekaman amatir itu, tampak seorang pria berdiri dengan tenang di atas drone yang melayang di udara. Drone tersebut diklaim mampu membawa pria itu hingga ketinggian sekitar 15 meter dan menempuh jarak satu kilometer dalam sekali penerbangan. Lokasi pengambilan video berada di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban.
Namun, setelah ditelusuri, aksi tersebut bukanlah kejadian nyata. Budianto (47), Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang dan pemilik akun yang mengunggah video, mengakui bahwa video itu hanyalah konten. Tujuannya? Untuk meningkatkan jumlah pengikut di akun media sosial perusahaan.
"Perlu kami sampaikan bahwa penggunaan drone yang sebenarnya di lahan kami hanya difungsikan untuk membantu operasional pertanian, yaitu untuk mengangkut bibit, pupuk, dan hasil panen ke area lahan tanam," ujar Budianto saat dikonfirmasi pada Rabu, 08 Juli 2026.
Drone yang digunakan di perkebunan itu merupakan hasil modifikasi dari drone pertanian biasa. Kapasitasnya cukup besar, sekitar 150 liter air. Fungsi utamanya adalah menyemprotkan pestisida dan pupuk cair dari ketinggian. Cara ini dinilai lebih efektif, terutama untuk menjangkau area lahan yang sulit dijangkau petani.
Budianto menegaskan bahwa drone tersebut tidak pernah digunakan untuk mengangkut orang. Aktivitas dalam video viral itu bukanlah metode transportasi kerja yang diterapkan untuk para petani atau pekerja di lahannya. "Drone tidak digunakan untuk mengangkut orang," tegasnya.
Semua kembali pada fungsi awal. Drone hanya dipakai untuk distribusi pupuk, bibit, dan nantinya hasil panen. "Awalnya ya untuk pupuk, untuk bibit dan ke depannya nanti kalau sudah panen ya untuk ngangkut hasil panen," pungkasnya.
Video semacam ini memang sering muncul di media sosial. Tujuannya beragam, dari sekadar hiburan hingga strategi pemasaran. Dalam kasus ini, konten tersebut berhasil menarik perhatian publik, meskipun pada akhirnya terbukti tidak menggambarkan praktik pertanian sehari-hari. Penggunaan drone di sektor pertanian sendiri memang semakin umum, tetapi tetap terbatas pada fungsi operasional, bukan untuk transportasi orang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Perempat Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss
Delapan Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026
Peringatan HAN 2026 Dipusatkan di Tanjungpinang
Persebaya Resmi Datangkan Empat Pemain Asing Baru
Pencurian Celana Dalam di Banyuwangi Viral, Pelaku Masih Misteri
Ratusan Mitra MBG Surabaya Demo di Grahadi Minta Program Dilanjutkan
Berita Terbaru
Video Petani Terbang Pakai Drone di Tuban Ternyata Konten
Pesawat Kargo Hilang Kontak, Diduga Jatuh di Laut Arab
McLaren Hancur Terbelah Dua di Sukoharjo, Pelat Nomor Janggal
ARIKSA Desak Pemerintah Segera Rumuskan Space Policy 2045
Investasi Ekraf Tembus Rp61,3 Triliun di Kuartal I 2026
Nelayan Temukan Mayat Membusuk di Pantai Lampung Selatan
Jembatan Miring di Aceh, Menteri PU Turun ke Sungai Cek Struktur