Video Siswa SMAN 1 Purwakarta Mengejek Guru Jadi Viral

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Video Siswa SMAN 1 Purwakarta Mengejek Guru Jadi Viral

Gambar atau konten salah?

Video yang menyebar di media sosial menampilkan sekelompok siswa di SMAN 1 Purwakarta yang mengekspresikan sikap tidak pantas terhadap seorang guru. Mereka mengejek, membuat gestur yang dianggap melecehkan, dan menampilkan perilaku yang tidak menghormati.

Rekaman tersebut segera menjadi viral dan memicu kecaman luas di kalangan masyarakat. Banyak orang menilai tindakan siswa tersebut sebagai contoh buruk bagi generasi muda. Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana lingkungan sekolah mempengaruhi perilaku siswa.

Menanggapi insiden ini, Purwanto, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, menyatakan bahwa perubahan lingkungan tumbuh kembang anak memerlukan pendekatan baru. Ia menekankan pentingnya ruang digital yang kini tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.

“Bahwa anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dengan dulu, maka saya mengimbau cara pendekatan dari orang tua, sekolah dalam mendidik anak-anaknya agar waspada betul,” kata Purwanto pada 18 April 2026.

Purwanto menambahkan bahwa proses pendidikan tidak lagi hanya berlangsung di ruang kelas. “Karena anak tumbuh tidak hanya di ruang sekolah sekarang, di ruang kelas, tapi juga di ruang digital, di lingkungan rumahnya bagaimana perhatian orang tua, bagaimana proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi bahan refleksi bersama, tidak hanya bagi sekolah tempat kejadian, tetapi juga seluruh pemangku kepentingan pendidikan. “Ini menjadi bahan refleksi bukan hanya untuk SMAN 1 tapi untuk semua sekolah dan orang tua, termasuk kita di tingkat pengambil kebijakan,” tegasnya.

Sebagai langkah penanganan, Dinas Pendidikan Jawa Barat mendorong pendekatan pembinaan karakter terhadap para siswa yang terlibat. Purwanto menekankan bahwa sanksi harus diarahkan untuk membentuk empati dan kedisiplinan.

“Iya anak-anak dilakukan pembinaan karakter, itu bisa dilatih lewat empati, disiplin dan disesuaikan dengan perkembangan mereka,” jelasnya. Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah untuk menentukan langkah lanjutan sesuai prinsip pendidikan yang diarahkan pemerintah daerah.

“Kita akan sampaikan ke kepala sekolah dan mudah-mudahan ada langkah-lanjutan yang bisa dilakukan berdasarkan arahan gubernur dalam prinsip-prinsip pendidikan,” tambahnya.

Purwanto juga menyoroti penggunaan gawai yang perlu dievaluasi secara serius di lingkungan sekolah. Ia menyebut, penggunaan ponsel dapat memicu ekspresi spontan siswa yang mencerminkan karakter mereka. “Menunggu dulu akar masalahnya apa sih, apakah anak ini pegang hape terus joget-joget gitu atau apa. Makanya termasuk penggunaan ponsel saya minta evaluasi sekolah-sekolah, kalau orang pegang ponsel kadang spontan anak itu mengekspresikan alam bawah sadar dia dan itu refleksi dari karakter mereka,” pungkasnya.

Insiden ini menegaskan perlunya kolaborasi antara guru, orang tua, dan pihak pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menghormati dan membentuk karakter positif. Dengan pendekatan yang lebih holistik, diharapkan perilaku tidak pantas dapat diminimalisir dan siswa dapat belajar menghargai guru serta sesama.

video viralsiswa tidak pantasguruDinas Pendidikanruang digitalpembinaan karakterponsel

Komentar

Memuat komentar...