Video Tarian Setengah Bugil di Halalbihalal Bikin Gelut
Gambar atau konten salah?
Video seorang perempuan yang menari setengah bugil di tengah kerumunan warga menjadi viral di media sosial. Insiden ini terjadi pada 28 Maret 2026 sore, sekitar pukul 16.00 WIB, di acara halalbihalal di Dukuh Banaran, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.
Menurut Tutur Budiyono, Kepala Desa Gunungsari, kejadian tersebut tidak berlangsung di panggung utama. Ia menjelaskan bahwa aksi perempuan itu terjadi sekitar 20 meter dari lokasi acara, di sisi gedung KMP, ketika warga mulai mengarahkan arak-arakan menuju daerah Jlampang.
“Yang pertama kami sampaikan, ini kan bukan warga Gunungsari. Itu (diketahui) warga dari Pageruyung. Pageruyung Kendal,” kata Tutur Budiyono saat dihubungi. Ia menegaskan bahwa perempuan yang menari tersebut bukan penduduk desa tempat acara, melainkan berasal dari Pageruyung, Kendal.
Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut ketika video tersebut mulai menyebar di media sosial. “Memang kami pun kaget karena tiba-tiba ada story di media sosial dan sebagainya, kok kejadian yang tidak mengenakkan seperti itu. Kejadian itu di luar panggung, di sebelah gedung KMP menuju pulang ke daerah Jlampang, menuju bawah kan itu diarak massa sambil telanjang gitu,” ujarnya.
Menjelaskan lebih lanjut, Tutur Budiyono mengatakan bahwa acara tersebut memang merupakan halalbihalal Dukuh Banaran. Namun, ia menyesalkan adanya peristiwa yang terjadi di luar panggung. “Itu acara halalbihalal Dukuh Banaran. Tapi, kejadian tidak di depan panggung, samping panggung, tidak. Itu di agak-agak (jauh) dari panggung itu. Jaraknya sekitar 20-an meter,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perempuan yang bernama panggilan Arfi sering menunjukkan perilaku tidak wajar. “Nggih, setelah kami cek-cek di berbagai tempat memang dianya itu sering kali begitu. Saya pun ada videonya di Kendal, di mana, ternyata sering berpakaian yang seperti itu, seperti itu. Kayak nggak wajar gitu, nggih. Nama panggilannya Arfi,” ungkapnya.
Video pertama, berdurasi sekitar 35 detik, menampilkan perempuan tersebut menari di tengah kerumunan dengan hanya mengenakan bra dan celana dalam. Video kedua, berdurasi 31 detik, memperlihatkan perempuan yang sama diarak warga sambil menari tanpa memakai atasan.
Kejadian ini menimbulkan reaksi kuat di kalangan warga. Banyak yang menilai aksi tersebut tidak pantas di acara yang bersifat keagamaan. Sementara pihak desa menegaskan bahwa tidak ada kaitan resmi antara perempuan tersebut dan acara halalbihalal.
Secara keseluruhan, insiden ini menyoroti bagaimana konten yang tidak pantas dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial, memicu perdebatan tentang norma dan etika dalam perayaan keagamaan. Situasi ini juga menegaskan pentingnya pengawasan dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan acara publik, terutama di era digital yang memudahkan penyebaran informasi secara instan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEM Solo Raya Demonstrasi di DPRD Solo, Aksi Berakhir Damai
Solo Tunggu Koordinasi Keraton, Belum Ada Rapat Kirab 1 Suro
Harga Obat Semarang Naik, BPJS Terancam Keterjangkauan
Dishub Banyumas Uji Coba Penutupan Jembatan Serayu 15‑30 Juni
15 Twibbon Gratis 1 Muharam 2026, Pilih Desainmu Sekarang
Wali Kota Solo Tuntun Kirab 1 Suro, Pastikan Kelancaran
Berita Terbaru
Polri Bedah Rumah Nenek 82 Tahun, Layanan Bakti Sosial
Tren Nama Kucing Berbasis Warna, 370+ Ide Unik Popular
PRIMA Sukaraja & SMART KANG: Pusat Layanan Publik Digital
Korea Kalahkan Ceko 2‑1 di Guadalajara Piala Dunia 2026
Mbappé Bawa Semangat Baru Timnas Prancis 2026 Maju
Verifikasi Bansos 3 Menit: Sistem Digital Mempercepat
Pelatihan SKKNI Level 4 Online, 2 Hari, Rp3,5 Juta
