BEM Solo Raya Demonstrasi di DPRD Solo, Aksi Berakhir Damai

Fitri A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BEM Solo Raya Demonstrasi di DPRD Solo, Aksi Berakhir Damai

Gambar atau konten salah?

Di depan kantor DPRD Solo, BEM Solo Raya menggelar demonstrasi pada 12 Juni 2026. Setelah aksi berlangsung, massa secara bertahap membubarkan diri dan tidak ada satu pun peserta yang diamankan oleh kepolisian.

Kapolresta Solo, Kombes Catur Cahyono Wibowo, menegaskan tidak ada penahanan. Menurutnya, kabar bahwa beberapa mahasiswa diamankan hanyalah rumor. “Kita luruskan, beredar kabar, ada yang dinarasikan bahwa ada yang kita amankan. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada. Semua massa aksi saat ini sudah mulai membubarkan diri ke tempatnya masing-masing. Tidak ada satu pun yang kita amankan atau diamankan oleh Polresta Solo,” ujar Lingga Ramadhani kepada media pada hari Jumat.

Polisi menyiapkan 490 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub. Personel ini bertugas menjaga keamanan dan mengatur arus lalu lintas di sekitar area demonstrasi.

Selama aksi, jalan utama Jalan Adi Sucipto ditutup sementara. Polisi mengalihkan kendaraan dari arah timur ke barat di simpang empat Fajar Indah, sementara kendaraan dari barat diarahkan ke Sawo Raya. “Kami sempat mengalihkan arus, karena jumlah massa yang menyampaikan aspirasi di DPRD. Untuk melancarkan arus, kita melakukan rekayasa lalu lintas,” jelas Lingga.

Para mahasiswa mengutarakan beberapa tuntutan. Mereka menuntut pemberhentian program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih. Selain itu, demonstran menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah, tingginya harga barang kebutuhan, serta isu lokal seperti TPA Putri Cempo dan PBB.

Beberapa anggota DPRD Solo menemui massa. Mereka duduk bersama mahasiswa, mendengarkan langsung aspirasi, dan menanggapi secara terbuka. Ketua DPRD Solo, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa masukan BEM Solo Raya akan diteruskan ke pemerintah pusat. “Kami atas nama seluruh pimpinan dan anggota DPRD Solo Surakarta akan mendukung, apa yang hari ini menjadi tuntutan dan aspirasi dari elemen mahasiswa,” kata Budi.

Ia menambahkan, “Berkaitan dengan tuntutan kepada pemerintah pusat dan DPR RI tentunya sesuai dengan kewenangan nanti akan kita sampaikan ke teman‑teman yang ada di DPR RI dan kepada walikota untuk diteruskan kepada presiden.”

Setelah berjam-jam berdialog, demonstran mulai menyebar ke tempat masing-masing. Tidak ada laporan tentang kerusakan properti atau insiden serius. Polisi menutup area demonstrasi dan mengembalikan jalur lalu lintas ke kondisi semula.

Demonstrasi ini menegaskan bahwa mahasiswa di Solo dapat mengekspresikan aspirasi secara terorganisir. Keberadaan aparat yang cukup besar dan koordinasi antara unsur keamanan serta pihak legislatif menunjukkan upaya menjaga ketertiban sambil menghormati hak berpendapat. Dengan demikian, aksi ini berlangsung tanpa kekerasan dan berakhir dengan damai.

BEM Solo RayaDPRD SoloPolresta SoloDemonstrasiMBG programKoperasi Desa Merah PutihAspirasi Mahasiswa

Komentar

Memuat komentar...