PRIMA Sukaraja & SMART KANG: Pusat Layanan Publik Digital

Yanto K. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
PRIMA Sukaraja & SMART KANG: Pusat Layanan Publik Digital

Gambar atau konten salah?

PRIMA Sukaraja dan SMART KANG resmi diluncurkan di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pada 12 Juni 2026. Inovasi ini bertujuan memperbaiki layanan publik dan proses pembangunan di wilayah yang memiliki mobilitas penduduk tinggi.

PRIMA, singkatan dari Platform Registrasi Informasi Masyarakat Aktif, dirancang khusus untuk memudahkan pendataan penduduk non‑permanen. Saat ini, data penduduk tidak tetap masih banyak yang tidak terdaftar, sehingga pemerintah kesulitan mengelola kebijakan yang tepat.

Yusriansyah, Kasi Pemerintahan Kelurahan Sukaraja sekaligus Leader Project PRIMA, menjelaskan alasan di balik pembuatan platform ini. “Selama ini penduduk non‑permanen belum terdata dengan baik. Kelurahan juga tidak memiliki database yang akurat. Karena itu kami membuat platform yang memudahkan mereka melakukan pelaporan secara mandiri kapan saja dan di mana saja melalui barcode yang nantinya ditempel di kos‑kosan dan kontrakan,” ujarnya usai peluncuran aplikasi.

Data yang akurat menjadi fondasi bagi kebijakan pemerintah. Yusriansyah menekankan pentingnya data untuk keamanan, ketertiban, dan pengelolaan lingkungan, termasuk penanganan sampah. “Tujuan utama kami adalah memiliki database yang jelas, baik untuk penduduk permanen maupun non‑permanen. Dengan begitu pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran,” tambahnya.

PRIMA tidak hanya berfokus pada pendataan. Rencana masa depan adalah mengembangkan platform menjadi pusat layanan publik digital. Warga dapat mengakses berbagai layanan kelurahan tanpa datang langsung ke kantor. “Kami ingin seluruh layanan publik di Kelurahan Sukaraja terintegrasi dalam satu sistem. Warga cukup mengakses melalui WhatsApp atau email untuk mendapatkan layanan administrasi yang dibutuhkan,” jelas Yusriansyah.

Keamanan data menjadi perhatian utama. Sistem berbasis website PRIMA memuat dokumen penting seperti kartu keluarga dan verifikasi identitas pengguna. Sistem ini telah melalui pengujian, sehingga dipastikan aman untuk data kependudukan.

Di sisi lain, SMART KANG hadir sebagai Sistem Monitoring Akuntabel dan Transparansi Kegiatan Pembangunan. Kasi Ekbang dan LH Sukaraja, Hendrik Hermawan, menjelaskan bahwa platform ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan transparansi pelaksanaan pembangunan di wilayah.

Hendrik mengingatkan, “Selama ini masyarakat hanya dapat mengetahui informasi pembangunan melalui spanduk yang dipasang di lokasi proyek. Namun, akses informasi tersebut dinilai masih terbatas.” Ia menambahkan, “Kalau hanya mengandalkan spanduk, tidak semua warga bisa melihat. Melalui SMART KANG, masyarakat dapat memantau seluruh proses pembangunan secara langsung melalui dashboard berbasis web.”

Fitur SMART KANG memungkinkan warga melihat proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhir proyek yang dibiayai pemerintah. Warga juga dapat berpartisipasi sekaligus mengawasi program pembangunan yang dicanangkan. “Fokus kami ada pada prosesnya. Input dan output pembangunan selama ini sudah diawasi oleh berbagai pihak, tetapi proses pelaksanaannya belum sepenuhnya dapat dipantau masyarakat. SMART KANG hadir untuk menjembatani kebutuhan itu,” ujarnya.

Pengembangan SMART KANG melibatkan berbagai pihak, termasuk Diskominfo Kota Bandung, Telkom University, dan siswa SMK Negeri 11 Bandung dari jurusan Desain Komunikasi Visual, Teknik Komputer Jaringan, dan Rekayasa Perangkat Lunak. “Kami berharap warga memiliki rasa memiliki terhadap pembangunan yang berlangsung di lingkungannya. Ketika masyarakat mengikuti prosesnya, maka partisipasi dan swadaya warga akan tumbuh dengan sendirinya,” tuturnya.

Camat Cicendo, Siti Romlah, menilai kedua aplikasi tersebut sangat relevan dengan kebutuhan wilayah Sukaraja yang memiliki mobilitas penduduk tinggi karena berbatasan langsung dengan Kota Cimahi. Menurutnya, data menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pembangunan.

Ia menegaskan, “Pelayanan publik harus berbasis data. Karena itu PRIMA Sukaraja dan SMART KANG menjadi bagian penting dalam mendukung reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.”

Siti Romlah juga menyoroti pentingnya pendataan penduduk non‑permanen untuk mendeteksi berbagai persoalan sosial, termasuk kasus stunting yang melibatkan keluarga pendatang. Ia berharap kedua inovasi tersebut tidak berhenti pada seremoni peluncuran semata, tetapi terus digunakan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Dengan data yang akurat, pemerintah dapat memberikan intervensi lebih cepat terhadap berbagai permasalahan masyarakat, termasuk stunting yang menjadi prioritas nasional. “Yang paling penting bukan hanya launching‑nya, tetapi bagaimana aplikasi ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat dan menjadi solusi nyata bagi pelayanan publik serta pembangunan di wilayah,” pungkasnya.

Inovasi ini menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi, partisipasi warga, dan efisiensi layanan publik. Dengan PRIMA Sukaraja dan SMART KANG, warga Sukaraja kini memiliki akses lebih mudah ke data kependudukan dan proses pembangunan, membuka peluang bagi pemerintah untuk merespons kebutuhan masyarakat secara lebih responsif dan terukur.

PRIMA SukarajaSMART KANGpendataan penduduk non‑permanenlayanan publik digitaltransparansi pembangunandatabase kependudukanpartisipasi warga

Komentar

Memuat komentar...