Wanita Haid Di Sepuluh Hari Dzulhijjah Bisa Lakukan Amalan
Gambar atau konten salah?
Di bulan Dzulhijjah, umat Islam menganggap sepuluh hari pertama sebagai waktu yang paling mulia untuk meningkatkan ibadah. Menurut panduan praktis Amalan Ibadah di Bulan Dzulhijjah karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman, amalan pada sepuluh hari pertama ini dianggap paling dicintai Allah SWT dibandingkan hari-hari lainnya.
Hal ini ditegaskan dalam hadits yang mengatakan: الْأَيَّامِ العَشْرِ فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ : وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍمَا مِنْ أَيَّانِ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ.
Namun, bagi wanita yang sedang haid, sering muncul pertanyaan: amalan apa saja yang tetap bisa dilakukan? Karena dalam kondisi ini, beberapa ibadah tidak dapat dikerjakan, termasuk puasa. Menurut laman resmi MUI, saat mengalami masa haid, perempuan dibebaskan dari kewajiban sholat, puasa, dan dilarang menyentuh mushaf. Meski begitu, masih banyak amalan yang dapat dilakukan.
Berikut adalah amalan‑amalan yang dapat dilakukan oleh wanita haid di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah:
- Memperbanyak Dzikir dan Sholawat – Menyanyikan sholawat dan dzikir tidak dilarang saat haid. Dengan memperbanyak dzikir dan sholawat, jiwa menjadi tenang dan pahala bertambah. Rasulullah SAW bersabda: يسبح مائة تسبيحة فيكتب له ألف حسنة أو يحط عنه ألف خطيئة ] رواه مسلم. Perempuan dapat mengucapkan kalimat thayyibah seperti tahmid, tasbih, takbir, dan lainnya sebagai pengganti shalat.
- Murajaah atau Pengulangan Hafalan Al‑quran – Saat haid, perempuan tidak diperbolehkan menyentuh dan membawa mushaf Al‑quran secara langsung. Namun, mereka tetap dapat memperoleh pahala dengan melakukan murajaah hafalan atau membaca terjemahan Al‑quran sebagai pengganti membaca Al‑quran.
- Istiqamah Istighfar – Istighfar merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Haid tidak menghalangi perempuan untuk terus mengamalkan istighfar. Dalam hadits, Rasulullah SAW menjelaskan tiga keutamaan bagi seseorang yang istiqamah dalam membaca istighfar: من لزم الاستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا ومن كل هم فرجا ورزقه من حيث لا يحتسب.
- Menjaga Kebersihan – Banyak perempuan yang masih keliru dalam memahami aturan menjaga kebersihan diri saat haid. Padahal, menjaga kebersihan tetap dianjurkan meskipun sedang haid. Perempuan diperbolehkan merawat diri, termasuk menyisir rambut dan menjaga kebersihan tubuh. Hadits dari Aisyah menegaskan hal ini: دَعِي عُمْرَتَكِ وَانْقُضِي رَأْسَكِ وَامْتَشِطِي.
- Memperbanyak Sedekah – Sedekah memiliki pahala besar dan dapat dilakukan kapan saja. Wanita yang sedang haid dianjurkan untuk memperbanyak sedekah selama bulan Dzulhijjah. Sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi juga bisa dalam bentuk harta benda, makanan, maupun bantuan jasa kepada sesama.
- Membantu Orang Lain – Membantu sesama merupakan amalan mulia yang dapat mendatangkan pahala berlimpah. Meski sedang haid, perempuan tetap dapat meraih keutamaan di bulan Dzulhijjah dengan melakukan berbagai kebaikan kepada orang lain. Bentuk bantuan pun bisa sederhana, seperti memasak untuk keluarga, membantu membersihkan rumah, mengasuh anak, maupun menolong orang yang membutuhkan.
- Beristirahat dan Menjaga Kesehatan – Saat haid, perempuan juga dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh dan memperhatikan kesehatan. Hindari aktivitas berat, jaga pola makan seimbang, dan pastikan waktu istirahat cukup. Dengan tubuh sehat, ibadah dan aktivitas sehari‑hari dapat dijalani lebih nyaman.
- Mempersiapkan Diri untuk Idul Adha – Meski sedang haid, perempuan tetap dapat ikut menyambut dan mempersiapkan Hari Raya Idul Adha dengan berbagai cara. Kegiatan tersebut juga bisa menjadi bagian dari amal kebaikan di sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Persiapan yang dilakukan misalnya membantu memilih hewan kurban, menyiapkan bahan makanan, membersihkan rumah, hingga membantu kebutuhan keluarga menjelang hari raya.
Dengan mengikuti amalan‑amalan di atas, wanita haid dapat tetap meraih pahala di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Peningkatan ibadah, menjaga kebersihan, dan membantu sesama menjadi cara sederhana namun bermakna untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui dzikir, istighfar, dan sedekah, setiap langkah menjadi bagian dari perjalanan spiritual yang berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Weton Tulang Wangi: Tradisi Penanggalan Jawa Tetap Ada
Cek Bansos: Aplikasi Monitoring Bantuan Sosial di Ponsel
Doa Akhir Tahun 1448 H Dibaca Setelah Ashar 15 Juni 2026
1 Muharram 1448 H: 16 Juni 2026, Momen Amal dan Refleksi
Raker Apeksi Komwil VI Kendari Tetapkan Tiga Langkah
Renungan Rabu: Kebangkitan dan Harapan di Tengah Hidup
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
