Warga China Beralih ke Taksi Listrik Imbas Harga BBM Naik

Wulan M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Warga China Beralih ke Taksi Listrik Imbas Harga BBM Naik

Gambar atau konten salah?

Harga bahan bakar minyak (BBM) yang terus merangkak naik justru mendorong warga China berbondong-bondong beralih ke taksi listrik. Layanan transportasi berbasis baterai ini mencatat lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Data pada bulan Mei 2024 menunjukkan, masyarakat China melakukan 3,05 miliar perjalanan menggunakan taksi dan layanan ride-hailing. Angka ini melonjak 6 persen sejak akhir Februari lalu. Menariknya, di tengah kenaikan harga BBM, tarif taksi di China justru mengalami penurunan.

Para analis yang dikutip dari laporan Reuters mengungkapkan, fenomena ini dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, banyak pengemudi baru yang mencari penghasilan tambahan di tengah perlambatan ekonomi. Kedua, melimpahnya mobil listrik murah di pasaran turut menekan tarif layanan transportasi. Akibatnya, penumpang yang ingin berhemat memanfaatkan situasi ini.

Seorang pengemudi ride-hailing di Beijing bernama Li mengatakan, tarif taksi sudah turun 10-15 persen dalam enam bulan terakhir. "Persaingannya sangat ketat," ujarnya singkat.

Sejak harga BBM naik pada bulan Maret 2024, bermunculan unggahan di media sosial yang membandingkan biaya perjalanan. Banyak warganet yang menyadari bahwa menggunakan taksi atau ride-hailing ternyata lebih murah daripada mengemudi sendiri.

"Terutama saat harga bensin tinggi, saya lebih memilih naik taksi ke tempat-tempat yang terlalu jauh untuk ditempuh dengan sepeda. Dengan begitu, saya tidak perlu mencari tempat parkir atau membayar bensin," kata seorang warga bernama Yang.

Ledakan penggunaan taksi listrik ini secara tidak langsung membuktikan bahwa sektor transportasi di China tidak lagi bergantung pada minyak bumi. Meskipun harga BBM kembali naik akibat ketegangan di Selat Hormuz, dampaknya terhadap transportasi di China relatif kecil. Buktinya, konsumsi BBM di China turun 10 persen dan konsumsi solar turun 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini, sekitar setengah dari total 1,3 juta armada taksi di China sudah menggunakan kendaraan listrik. Angka ini menunjukkan pergeseran besar dalam kebiasaan transportasi masyarakat.

Fenomena ini menggambarkan bagaimana kenaikan harga BBM justru mempercepat adopsi kendaraan listrik di China. Dengan tarif yang lebih murah dan armada yang terus bertambah, taksi listrik menjadi pilihan utama bagi warga yang ingin menghemat pengeluaran transportasi sehari-hari.

harga BBMtaksi listrikChinatarif taksikendaraan listrik

Komentar

Memuat komentar...