Warga Joyotakan Bersih‑Bersih Setelah Banjir Penuh Lumpur
Gambar atau konten salah?
Di wilayah Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, warga mulai membersihkan rumah setelah banjir parah merendam sebagian pemukiman. Barang-barang basah, termasuk kasur, dijemur di depan pintu rumah untuk mengeringkan sisa air hujan.
Pada pukul 09.00 WIB, RT 01, RW 02 Joyotakan masih mengerahkan tenaga untuk menghilangkan lumpur yang menempel di dinding dan lantai. Proses ini berlangsung di depan masing‑masing rumah, di mana barang-barang pribadi juga dihangatkan di bawah sinar matahari.
Selain rumah, banjir sempat menembus lantai satu Masjid An‑Ni'mah Joyotakan. Pengurus masjid dan warga setempat turut berpartisipasi membersihkan lantai yang tergenang. Pembersihan ini melibatkan tenaga sukarela dari komunitas dan bantuan teknis.
Salah satu warga, Agus Kristianto (55 tahun), melaporkan bahwa air banjir di daerahnya mulai surut sekitar pukul 12 malam. Ia menambahkan bahwa di dalam rumah air mulai turun pada pukul 10 malam. “Surutnya jam 12 malam, yang di jalan, kalau di rumah jam 10 malam. Hari ini tinggal bersih‑bersih, tinggal capainya aja,” katanya saat ditemui di rumahnya pada 16 April 2026.
Agus menjelaskan bahwa tinggi banjir pada malam sebelumnya setinggi paha orang dewasa, namun ketinggiannya berbeda-beda di tiap titik. “Kemarin segini (menunjuk paha) tapi beda‑beda, ada yang sepinggang ada yang betis aja,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada dokumen yang rusak akibat banjir; hanya beberapa perabotan rumah tangga yang basah dan kini dijemur.
Di sisi pemerintahan, Lurah Joyotakan, Bambang Kristianto, menyatakan bahwa banjir di wilayahnya sudah mulai surut. Fokus utama saat ini adalah pembersihan lingkungan dan penanganan dampak fasilitas publik. “Alhamdulillah di semua titik lokasi banjir Kelurahan Joyotakan saat ini sudah surut semuanya. Hari ini kegiatan pascabencana kita melakukan pembersihan dengan TNI, dinas terkait, dan dibantu masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa sejak pagi, aparat TNI bersama dinas terkait dan warga setempat sudah bergotong royong membersihkan sisa lumpur serta sampah di pemukiman. Semua wilayah administrasi di Kelurahan Joyotakan terdampak luapan air tersebut, mencakup empat RW, yakni RW 1 hingga RW 4.
Menjelaskan mengenai kerugian materiil, Bambang menyatakan belum menerima laporan resmi tentang kehilangan barang berharga atau dokumen kependudukan yang hanyut. Namun, pihak Kelurahan Joyotakan telah menyiapkan petugas untuk membantu warga yang dokumen pentingnya rusak akibat banjir. “Sampai saat ini kita belum dapat laporan terkait ada barang berharga ataupun dokumen kependudukan yang hilang, tapi kami di Kelurahan Joyotakan siap apabila nanti warga ada pengurusan terkait dengan dokumen yang terkena dampak banjir,” pungkasnya.
Setelah banjir, warga Joyotakan secara bersama‑sama berupaya memulihkan kondisi rumah dan fasilitas umum. Pembersihan yang melibatkan TNI, dinas terkait, dan masyarakat menunjukkan kerja sama yang solid. Meskipun belum ada laporan resmi kerugian material, upaya penyediaan bantuan dan dukungan administratif terus berlanjut untuk membantu warga yang terdampak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
