Warga Kebon Kembang Pasang Spanduk Terhadap 'Tuyul' Hilang Uang

Yuli S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Warga Kebon Kembang Pasang Spanduk Terhadap 'Tuyul' Hilang Uang

Gambar atau konten salah?

Di Kampung Kebon Kembang RT 05 RW 05, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, warga mulai merasa cemas setelah beberapa kejadian kehilangan uang berulang‑ulang. Setiap kali uang hilang, tidak ada jejak pencuri atau bukti yang dapat diambil. Warga pun mulai mengaitkan hal ini dengan cerita tentang tuyul, makhluk gaib yang dikatakan suka mencuri uang.

Untuk menanggapi rasa takut itu, warga memutuskan menempelkan spanduk di pintu rumah. Spanduk tersebut menuliskan pesan kepada “pemilik tuyul” agar tidak beraksi di wilayah mereka. Tulisan yang paling mencolok adalah:

"Kepada pemilik tuyul untuk tidak beraksi di daerah kami. Perbuatan anda dosa besar, ingat juga sama istrimu tercinta," – kata Ade Dedi Ruhyadi, ketua RT setempat, yang mengaku sengaja memasang spanduk tersebut.

Menurut Ade, laporan warga tentang kehilangan uang datang secara terus‑terusan. Beberapa warga bahkan melaporkan kehilangan uang tiga kali dalam satu hari. “Kalau laporan ke saya itu waktu hari Kamis ada warga yang kehilangan uang tiga kali dalam sehari, dan untuk pemasangan spanduk malam Jumat,” ujarnya pada 19 April 2026.

Ade menjelaskan bahwa jumlah uang yang hilang tidak terlalu besar, namun kejadian tersebut sering terjadi. “Hilangnya uang itu dua lembar hingga tiga lembar uang, dan dilaporkan dan dibahas di grup warga. Makanya kita pasang spanduk,” tambahnya. Ia juga menyebutkan beberapa kasus lain, seperti pedagang sate dan pedagang paket lebaran yang kehilangan uang saat mau menyetorkan titipan.

“Seperti Bu Santi ada titipan paket lebaran, pas mau disetorkan uangnya malah hilang, makanya sekarang dia nyimpen di bank,” kata Ade. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada bukti yang dapat mengidentifikasi siapa yang mencuri. “CCTV pun tak bisa merekam kejadian kehilangan. Kalau itu nggak tahu, dari mana siapanya, apakah warga sekitar atau kampung sebelah, jadi belum ada yang dicurigai siapa pemilik tuyul,” jelasnya.

Kejadian kehilangan tidak terbatas pada uang saja. Ade juga melaporkan hilangnya perhiasan emas, seperti gelang dan kalung. “Ada kehilangan emas juga seperti gelang dan kalung, jadi bukan uang saja. Bahkan beberapa warga sampai pasang CCTV, tidak ada jejak, tapi uangnya hilang,” ujarnya.

Elin, seorang warga berusia 43 tahun, mengaku sering kehilangan uang sejak akhir tahun 2025. Ia menyimpan uang di dalam lemari, namun sering hilang tanpa jejak. “Beruntung sekarang dia punya tips ampuh untuk mengatasinya, yakni dengan menaruh uang di dalam botol galon,” ungkap Elin. Ia kini menaruh uang hasil dagangannya di dalam botol galon setiap hari.

“Sekarang saya naruh uang di galon, mau punya uang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu. Karena nyimpen di dompet dan di dalam lemari tetap ilang, ini mah untuk antisipasi saja,” kata Elin. Ia berharap cara ini dapat mencegah kehilangan lebih lanjut.

Dengan semua laporan dan tindakan warga, suasana di Kampung Kebon Kembang menjadi tegang. Meskipun tidak ada bukti nyata tentang keberadaan tuyul, warga tetap bersatu untuk melindungi harta mereka. Situasi ini menunjukkan bagaimana ketakutan akan hal-hal tidak terjelaskan dapat memicu tindakan kolektif yang sederhana namun bermakna bagi komunitas.

tuyulkehilangan uangspandukKampung Kebon Kembangpedagang sateCCTVbotol galon

Komentar

Memuat komentar...