Warga Mamuju Jalan 8 Jam Bawa Pasien Sendiri ke Puskesmas
Gambar atau konten salah?
Mamuju, Sulawesi Barat – Beberapa warga di Kabupaten Mamuju menandu seorang wanita yang sakit dengan berjalan kaki selama 8 jam menuju puskesmas terdekat karena jalan rusak. Wanita tersebut mengalami gangguan pernapasan.
Peristiwa itu terjadi di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, pada Sabtu, 21 Maret 2026, bertepatan dengan hari raya Idulfitri 1447 H. Wanita yang sakit merupakan warga Dusun Patudaan.
“Saya baru dapat komunikasi dengan kepala puskesmas, penjelasannya kejadian itu, pasien ditandu dari Dusun Patudaan, adalah dusun di Desa Karama, memang jaraknya cukup jauh,” ujar Camat Kalumpang, Bram Tosilo kepada wartawan pada Jumat, 27 Maret 2026.
Bram menjelaskan bahwa akses jalan dari Dusun Patudaan ke Puskesmas Karama tidak dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat. Medan jalan berbentuk kontur tanah bergelombang dan menanjak, yang akan menjadi lebih parah saat musim hujan. “Belum bisa diakses kendaraan roda empat, hanya roda dua saja itupun kalau kondisi hujan agak berat, jadi belum ada roda empat, yang mungkin berjarak sekitar 8 jam berjalan kaki,” terangnya.
Pasien yang ditandu mengalami gangguan pernapasan. Pihak puskesmas saat itu langsung merujuk pasien ke rumah sakit di Kota Mamuju.
“Kejadiannya di hari Sabtu lalu, bertepatan dengan Idulfitri, pasien tersebut mengalami gangguan saluran pernapasan dan pada saat itu juga pihak dari puskesmas mengambil tindakan dengan merujuk ke rumah sakit di Mamuju,” tambah Bram.
Bram menambahkan bahwa beberapa desa di Kecamatan Kalumpang hingga kini memang sulit diakses kendaraan roda empat karena medan jalan rusak parah. Akibatnya, warga yang sakit harus ditandu menuju Puskesmas Karama dengan jarak cukup jauh.
Jarak pusat Desa Sandapang ke Desa Karama sekitar 7 km, sementara dari Batu Makkada ke Desa Polio sekitar 10 km. Jadi masyarakat dari kedua desa tersebut harus ditandu untuk mencapai puskesmas di Desa Karama.
Dalam video beredar, terlihat sejumlah pria menandu wanita yang sakit. Para pria itu menandu hingga masuk ke ruang pertama di gedung puskesmas. Sementara satu pria yang mengikuti bersaut seperti suara sirine ambulans. Ia juga berkelakar tandu yang digunakan bernama bambulans. “Bambulans, ini namanya bambulans,” kata pria dalam video.
Insiden ini menyoroti tantangan transportasi di desa-desa terpencil, khususnya pada hari raya, serta ketergantungan masyarakat pada usaha bersama untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
