Warga Medan Antre BBM hingga Dini Hari
Gambar atau konten salah?
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) melanda sejumlah SPBU di Kota Medan. Warga terpaksa mengantre panjang, bahkan hingga larut malam dan dini hari, hanya untuk mengisi tangki kendaraan mereka.
Di beberapa SPBU, stok Pertalite sudah habis sama sekali. SPBU lain hanya menyediakan Pertamax, yang harganya jauh lebih mahal. Meski begitu, warga tetap rela mengantre. Mereka tidak punya pilihan lain.
Pantauan pada Rabu, 15 Juli 2026, pukul 01.40 WIB dini hari, di SPBU Ngumban Surbakti Medan, antrean masih terlihat. Warga mengantre untuk membeli Pertamax. Antrean tidak sepanjang sebelumnya, sudah sedikit lebih longgar.
Seorang warga bernama Nisa mengaku sudah mendatangi beberapa SPBU. Semua kehabisan stok. Karena terdesak dan butuh BBM untuk mobilitas, ia terpaksa membeli Pertamax. Harganya lebih mahal, tapi ia tak punya pilihan.
"Tidak ada pilihan lain, selain beli Pertamax karena BBM Pertalite sangat sulit didapatkan. Biasanya beli Pertalite full tank Rp 40.000 ribu, sekarang isi Pertamax dengan nominal yang sama hanya dapat 2 liter lebih saja, jauh kali bedanya," ucap Nisa.
Perbedaan harga itu sangat terasa. Apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini. Sebelumnya, Nisa sudah mengantre di SPBU Jalan Besar A.H. Nasution dan SPBU Karya Wisata. Keduanya juga kehabisan stok.
"Terasa kali lah beda harganya, padahal cari uang susah kali sekarang, apa-apa semua naik tapi gaji tidak naik. Kalau nggak langka nggak ku isi tangki minyakku dengan Pertamax soalnya terasa berat kali belinya, bayangkan biasa satu liter Pertalite Rp 10.000, tiba-tiba beli dengan jumlah yang sama jadi Rp 16.650 perliter," keluhnya.
Nisa rela mengantre hingga dini hari. Meski sudah larut, jalanan masih ramai. Banyak orang masih mengantre BBM.
"Ya beginilah kondisinya, dari tadi antri panjang hingga ke jalan raya. Jam segini sudah agak longgar meskipun masih ada antrian dan jalanan pun masih cukup ramai karena banyak yang beli BBM juga," ungkapnya.
Andri, seorang sopir ojek online, juga mengalami hal serupa. Ia rela mengantre hingga dini hari. Tujuannya satu: besok bisa menarik penumpang. Kelangkaan BBM, menurutnya, menghambat rezekinya.
"Susah kali lah beberapa hari ini, ngantre BBM berjam-jam habis waktu. Padahal kalau dihitung sudah berapa pelanggan yang bisa diantar, terasa kali jadinya kalau BBM susah. Belum lagi penumpang juga kesal karena saya bawa ikut ngantri BBM," imbuh Andri.
Sejak sore hingga malam, hampir semua SPBU yang ia datangi antreannya panjang. Ia memilih mengantre malam hingga dini hari. Risiko pulang larut malam sudah diperhitungkannya.
"Memang antrianya gak sepanjang tadi sore ke malam, tapi takut juga pulang kerumah. Semoga lah perjalanan baik-baik saja dan segera pihak SPBU serta pemerintah mengambil kebijakan agar mengatasi kelangkaan BBM. Soalnya berat kali beli BBM Pertamax, gak sanggup aku belinya," pungkasnya.
Kelangkaan ini memaksa warga mengeluarkan biaya lebih besar. Mereka yang biasa membeli Pertalite Rp 10.000 per liter, kini harus membayar Rp 16.650 per liter untuk Pertamax. Perbedaan harga yang signifikan, terutama di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan banyak orang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MAN 3 Padang Normal Usai Ledakan Bom Rakitan
4 Cara Aman Bersihkan Bekas Lem Stiker di Kaca
BPJS Kesehatan Buka Rekrutmen Dua Posisi Komite Non Dewan Pengawas 2026
5 Makanan Ini Bantu Cegah Pikun dan Jaga Otak Tajam
Siap Registrasi e-Kandidat Sipencatar Kemenhub 2026
3 Cara Bersihkan Air Fryer Pakai Bahan Dapur
Berita Terbaru
MAN 3 Padang Normal Usai Ledakan Bom Rakitan
Gempa 6,2 Guncang Mindanao, Sulut Ikut Terasa
Gatal Kulit Tanda Peringatan Ginjal Rusak
Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang Kembali Buka
Spanyol Tunggu Lawan Final: Inggris atau Argentina
Spanyol ke Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Prancis 2-0
Messi Ancaman Utama Inggris di Semifinal
Crutchlow Gantikan Zarco Lagi di MotoGP Silverstone
Baku Tembak Iran-AS di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar