Warga Palembang Pasang Spanduk: Himbauan Jauhkan Makhluk Halus

Bayu K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Warga Palembang Pasang Spanduk: Himbauan Jauhkan Makhluk Halus

Gambar atau konten salah?

Di kawasan Jalan Gubernur H.A. Bastari, Lorong Budi Mulia II, Jakabaring Palembang, warga mulai cemas karena uang mereka hilang tanpa jejak. Fenomena ini berlangsung selama bertahun‑tahun, membuat banyak orang merasa tidak aman di rumah masing‑masing.

Untuk mengekspresikan ketidakpuasan dan sekaligus menyindir, warga memutuskan menempelkan spanduk berukuran 2x1 meter di pintu masuk kawasan. Teks pada spanduk tersebut menonjol: “Himbauan!!! Barang siapa yang merasa memelihara makhluk ini (tuyul) jangan dilepas di kampung ini.” Teks ini langsung menarik perhatian semua orang yang lewat.

Reaksi warga pun segera muncul. Banyak yang menganggap spanduk ini sebagai peringatan serius. Mereka menyebutnya sebagai bentuk solidaritas komunitas yang tidak mau lagi menanggung kehilangan uang yang tak terjelaskan.

Salah satu warga, Mamad, mengungkapkan bahwa kejadian hilangnya uang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun. Ia berkata, “Ini bukan hal baru, sudah hampir tiga tahun lebih warga di sini sering kehilangan uang tanpa jejak, kami merasakan hal sama sehingga sepakat buat bener ini agar pemilik makhluk halus tersindir,” ketika diwawancarai pada 27 Maret 2026.

Mamad menjelaskan pola kehilangan uang. Ia menambahkan, “Kalau malam sebelum tidur uang masih utuh, tapi paginya saat mau dipakai untuk belanja, jumlahnya sudah berkurang,” ia ceritakan. Uang yang hilang biasanya tidak terlihat ada tanda‑tanda kerusakan atau pencurian paksa di dalam rumah.

Jumlah uang yang hilang bervariasi. Mamad menyebutkan, “Kalau yang kecil sudah tidak terhitung lagi. Tapi yang besar pernah sampai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Dan ini bukan cuma saya, hampir semua warga pernah merasakan,” ia menegaskan. Ia juga menceritakan pengalaman tetangganya, Kartini, yang menabung uang dalam kotak kayu untuk pembangunan rumah. Saat dibuka, uang yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 2 juta hanya tersisa sekitar Rp 150 ribu.

Warga lain, Nelly, juga mengalami kehilangan uang meski jumlahnya tidak besar. Ia mengaku, “Uang saya memang tidak banyak, tapi sering hilang. Terakhir waktu bulan puasa, sekitar Rp250 ribu,” ujarnya. Nelly menambahkan, “Kalau hilang di jalan mungkin wajar, tapi ini di dalam rumah tanpa jejak atau kerusakan. Itu yang bikin kami bingung,” ia katakan.

Ia berharap dengan pemasangan spanduk ini pemilik makhluk halus yang diyakini itu bisa sadar bahwa warga menyadari hal ini. “Dengan pemasangan baliho imbauan ini kami harap tidak terjadi lagi kehilangan duit di kampung ini,” tutupnya.

Keseluruhan peristiwa ini menyoroti bagaimana komunitas di Palembang merespons masalah yang belum terpecahkan. Mereka memilih cara sederhana, yaitu menempelkan spanduk, untuk menyampaikan pesan kepada semua pihak yang terlibat. Dengan begitu, mereka berharap masalah kehilangan uang di lingkungan mereka dapat berkurang atau bahkan terhenti, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di antara tetangga.

Palembanguang hilangtuyulspandukwargakomunitaskehilangan uangLorong Budi Mulia II

Komentar

Memuat komentar...