Warung Pecak Betawi Mpok Madam Laris, Antre Sebelum Buka
Gambar atau konten salah?
Ada satu warung makan di Jakarta Barat yang selalu ramai dikunjungi. Namanya Warung Pecak Betawi Pinggir Kali. Sebelum warung ini buka, antrean panjang sudah terbentuk. Pelanggan rela datang lebih awal demi mendapatkan tempat.
Di balik kesuksesan warung ini, ada seorang perempuan bernama Mpok Ratih. Ia lebih dikenal dengan panggilan Mpok Madam. Perjalanan bisnisnya tidak dimulai dari warung makan besar. Semua berawal dari usaha katering kecil-kecilan di rumah.
Usaha Katering Jadi Awal Segalanya
Warung Pecak Betawi Pinggir Kali sudah berjalan sekitar dua tahun. Sebelum memiliki warung sendiri, Mpok Madam menjalankan bisnis katering. Usaha itu diberi nama Catering Mpok Madam.
"Awalnya masih di teras. Mpok Madam sebenarnya sudah megang catering-catering," kata Mpok Madam saat ditemui pada 18 Juli 2024.
Dari situlah usaha mulai berkembang. Pelanggan katering merekomendasikan makanan Mpok Madam ke orang lain. Promosi dari mulut ke mulut membuat usahanya semakin dikenal.
Sekarang, warungnya berada tepat di depan rumahnya sendiri. Lokasinya ada di Jalan Pos Pengumben Lama No 28, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Pemandangan dari warung ini cukup unik karena menghadap ke kali yang bersih.
17 Tahun Bekerja di Farmasi
Banyak orang tidak tahu bahwa Mpok Madam pernah bekerja di bidang farmasi. Ia menjalani profesi itu selama 17 tahun. Pekerjaan di farmasi dan bisnis katering berjalan bersamaan.
"Aku kerja di farmasi sudah 17 tahun. Tapi kalau untuk catering sudah ada 10 tahun," ujarnya.
Pengalaman panjang di dunia farmasi dan katering menjadi modal berharga. Ia belajar mengelola usaha, mengatur keuangan, dan melayani pelanggan. Semua itu membantunya saat membuka warung sendiri.
Pecak Nila, Resep Warisan Keluarga Betawi
Menu yang paling dicari di warung ini adalah pecak nila. Dalam sehari, warung bisa menjual 150 hingga 200 ekor ikan nila. Angka ini terbilang besar untuk sebuah warung kecil.
Mpok Madam mengatakan resep pecak ini adalah warisan dari orang tuanya. Ia adalah keturunan asli Betawi dari daerah Rawa Belong. Resep ini sudah dipertahankan selama bertahun-tahun.
"Pecaknya Pak Madam ini warisan dari almarhum orang tua. Jadi memang turun-temurun," ungkapnya.
Racikan bumbu dan sambal dibuat dengan cara yang sama seperti dulu. Tidak ada perubahan pada resep. Cita rasa yang autentik tetap dijaga.
Pecak nila di sini dibanderol seharga Rp 40.000 per porsi. Ukuran ikannya besar. Ikan digoreng sampai bagian luar renyah. Daging di dalamnya tetap lembut.
Rasa pecak ini perpaduan antara gurih, asam, dan pedas. Ada rasa temu kunci yang cukup dominan. Sensasi segar terasa di setiap suapan.
Ayam Goreng Sereh dengan Rahasia Dapur
Selain pecak nila, ada juga ayam goreng sereh. Menu ini juga banyak diburu pelanggan. Satu porsi ayam goreng sereh dibanderol Rp 35.000.
Porsinya datang lengkap dengan tahu, tempe, kol goreng, timun, dan sambal dadak. Ada juga kremesan yang terbuat dari sereh. Kremesan ini menambah rasa gurih dan aroma rempah yang segar.
Keistimewaan ayam goreng sereh ada pada proses marinasi dan pengungkepan. Mpok Madam mengatakan tekniknya berbeda dari ayam goreng biasa.
"Kalau ayam goreng kita pasti beda dari yang lain. Di cara pengungkepannya itu beda," katanya.
Namun, ia tidak mau membocorkan rahasia dapurnya. Proses pembuatan tetap menjadi misteri bagi pelanggan.
Penjualan Fantastis Setiap Hari
Warung ini buka setiap hari. Dalam sehari, mereka bisa menjual 150 hingga 200 ekor ikan nila untuk menu pecak. Untuk ayam goreng sereh, angka penjualannya mencapai 50 hingga 80 ekor per hari.
Nasi yang dimasak mencapai 25 hingga 30 liter setiap harinya. Ini menunjukkan betapa ramainya warung ini.
"Kalau untuk pecak nila sekitar 150 sampai 200 ekor. Nasi itu 25 liter sampai 30 liter satu hari," jelas Mpok Madam.
Untuk bahan baku ikan dan seafood, Mpok Madam selalu membeli yang masih segar. Bahkan ia membeli ikan yang masih hidup. Ikan-ikan itu dibeli langsung dari Pasar Muara Angke.
Mpok Madam menyarankan pelanggan datang sebelum pukul 14.00. Setelah jam itu, banyak menu sudah habis terjual. Pelanggan yang datang siang hari mungkin tidak mendapatkan menu favorit mereka.
Menu Lain yang Tak Kalah Enak
Selain pecak nila dan ayam goreng sereh, ada beberapa menu lain. Kulit Cabe Garam dijual seharga Rp 20.000. Jengkol Cabe Garam juga Rp 20.000. Ada Pecak Bandeng seharga Rp 40.000. Jukut Chili Flakes dibanderol Rp 15.000.
Semua menu ini menggunakan bahan-bahan segar. Rasanya khas Betawi dengan sentuhan modern.
Warung Pecak Betawi Pinggir Kali adalah bukti bahwa usaha kecil bisa berkembang. Bermula dari katering rumahan, kini menjadi warung yang ramai dikunjungi. Resep warisan keluarga tetap dijaga. Pelanggan datang dari berbagai daerah untuk mencicipi pecak nila dan ayam goreng sereh.
Cerita Mpok Madam menunjukkan bahwa kerja keras dan konsistensi bisa membawa hasil. Dari teras rumah hingga memiliki warung dengan pemandangan kali, perjalanannya penuh dengan pelajaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tuna Berjamur Jadi Incaran Pecinta Kuliner di Jepang
Botol Minuman 2.500 Tahun Ditemukan Masih Berisi Cairan Utuh
Cortado vs Latte: Bukan Sama, Ini Beda Utamanya
Kolaborasi Chef Korea dan Indonesia Hadirkan Afternoon Tea Unik
Minyak Goreng 66 Tahun: Rahasia Lezat atau Risiko Kanker?
Gemblong Persahabatan Ludes 4.000 Per Hari, Usaha Keluarga Elah
Berita Terbaru
Warung Pecak Betawi Mpok Madam Laris, Antre Sebelum Buka
Kisah persahabatan Meksiko-Korea Selatan kembali hidup di Piala Dunia 2026
Kiper Curacao Eloy Room Cetak 15 Penyelamatan di Piala Dunia
Pelatih Arab Saudi Peringatkan Skuadnya soal Ancaman Lamine Yamal dan Nico Williams
Veda Ega Pratama Siap Tempur di Moto3 Brno
Norwegia Larang AI Generatif untuk Siswa SD Mulai Agustus 2026
Anggaran Pendidikan Rp40 Triliun Disetujui
PM Inggris Keir Starmer Dikabarkan Akan Mundur, Pengumuman Senin
