Wayang Cangkem: Wayang Kulit Tanpa Gamelan, Suara Mulut

Maya K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Wayang Cangkem: Wayang Kulit Tanpa Gamelan, Suara Mulut

Gambar atau konten salah?

Di Desa Sukowidi, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, sebuah kelompok kesenian menampilkan wayang kulit dengan cara yang tidak biasa. Mereka menggantikan iringan musik gamelan tradisional dengan suara mulut manusia, atau akapela, sehingga pertunjukan menjadi lebih sederhana namun tetap memikat.

"Grup kesenian ini saya namakan Wayang Cangkem karena seluruh sarana musik gamelannya hanya bersumber dari suara mulut," ujar Suparlan, dalang sekaligus pendiri grup tersebut, pada Senin, 15 Juni 2026.

Wayang Cangkem terdiri dari delapan personel: satu dalang, dua sinden wanita, dan lima pria yang mengisi suara gamelan lewat mulut. Meskipun terbatas, semua anggota berlatih bersama menjelang pertunjukan.

Grup ini dibentuk pada tahun 2017, sebelum pandemi Covid‑19. Sejak itu, mereka sering menerima pesanan pentas pada bulan Suro, yang merupakan penanggalan Jawa, serta pada peringatan Kemerdekaan RI di bulan Agustus.

"Alhamdulillah, pementasan paling ramai saat Agustus dan bulan Suro. Seperti saat ini, malam Suro kami pentas di Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Ini pementasan kami yang paling jauh," ungkap Suparlan, yang juga berprofesi sebagai penjual bakso keliling.

Tak hanya alat musiknya yang minim dana, properti wayang yang digunakan pun tidak sepenuhnya terbuat dari kulit asli. Sebagian wayang dibuat dari kardus dan kain karpet, demi menghemat modal.

"Alhamdulillah, bisa untuk tambahan ekonomi yang saat ini sedang melemah," kata Edi (58), salah satu personel pengisi suara.

"Sehari-hari saya berjualan bubur keliling. Alhamdulillah, hasil dari nanggap (pentas) ini bisa untuk menambah uang belanja," tuturnya Parti (50), salah satu sinden grup.

Dengan pendekatan sederhana namun kreatif, Wayang Cangkem menunjukkan bahwa seni tradisional masih dapat beradaptasi dengan keterbatasan sumber daya, sekaligus memberi penghidupan tambahan bagi para anggotanya.

Wayang Cangkemmusik akapelaDesa SukowidiKecamatan KartoharjoKabupaten MagetanSurokemerdekaan RIpenghidupan tambahan

Komentar

Memuat komentar...