Pawai Obor 1 Muharram 1448 di Cigugur Tengah, Cimahi
Gambar atau konten salah?
Cimahi – Dari kejauhan, lampu kendaraan bersinar seperti api yang menyaingi cahaya. Saat semakin dekat, barisan orang terlihat rapi menuruti jalan di sekitar Rusunawa Cigugur Tengah, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Anak‑anak sampai orang dewasa berjalan perlahan, sebagian memegang obor. Mereka menyalakan salawat nabi dan takbir sepanjang pawai obor mengitari kawasan tersebut pada Senin, 15 Juni 2026 malam.
Suasana hangat menyambut perayaan 1 Muharram 1448 Hijriah. Siang hari masih mendung, namun cuaca berubah menjadi bersahabat sampai malam. Angin sepoi‑sepoi, tidak terlalu dingin, menyejukkan kulit. Pawai kali ini menjadi yang ketujuh setelah terhenti selama pandemi COVID‑19, dan tetap dirasa lebih meriah daripada perayaan tahun baru masehi.
“Kami panitia pawai obor ini sangat bahagia, perayaan Tahun Baru Islam di sini berjalan meriah. Anak‑anak, ibu‑ibu, pemuda, semuanya ikut pawai obor bukan cuma perayaan tahun baru masehi,” kata Mumuh, tokoh masyarakat RW 05 Kelurahan Cigugur Tengah.
Untuk menjaga keamanan, panitia melibatkan kepolisian dan Linmas selama perjalanan. Rute yang akan ditempuh diperkirakan mencapai tiga hingga empat kilometer. Mulai kumpul di sekitar Rusunawa Cigugur Tengah, lalu belok ke arah Cimindi, kemudian menuju Cibabat, berbelok ke arah Kantor Kelurahan Cigugur Tengah, dan kembali ke titik pemberangkatan.
“Untuk keamanan kita libatkan kepolisian dan Linmas. Karena kan rute pawainya melewati jalan raya, banyak anak‑anak juga pesertanya jadi harus aman,” tambah Mumuh.
Di antara barisan peserta, sekitar sepuluh orang penyandang tunanetra turut berpartisipasi. Mereka berjalan dengan cara yang berbeda, sambil memegang pundak, dan orang paling depan memegang tongkat. Tidak ada yang dikeluarkan dari barisan. Mereka difasilitasi, berbaur tanpa sekat, dan semua merasa terlibat.
“Alhamdulillah, ini agenda pawai kami yang kedua kali. Senang bisa terlibat lagi, difasilitasi untuk ikut pawai obor dengan masyarakat umum,” ujar Dewa Ahmad Maulana, seorang penyandang disabilitas.
“Tentu kami mengharapkan kebaikan, mengharapkan keberkahan. Ada juga harapan khusus buat kami, para disabilitas mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah,” tambah Dewa.
Perayaan ini menegaskan bahwa tradisi Tahun Baru Islam tetap hidup di tengah arus modernisasi. Pawai obor menjadi jembatan mengenalkan budaya Tanah Air kepada generasi muda, sekaligus memupuk rasa cinta terhadap agama Islam. Penerimaan semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, menunjukkan komitmen komunitas untuk inklusif. Dengan dukungan keamanan dan partisipasi aktif, perayaan ini berhasil berlangsung meriah dan aman, menandai awal tahun baru dengan semangat kebersamaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pawai Obor 1 Muharram 1448 Soreang: 3.000 Peserta & Kain Kafan
UI dan Tongji Bangun Institut Riset Desain Arsitektur
BBM Naik, Cianjur Tambah Anggaran DLH agar Truk Sampah Tetap
Mahasiswa Cirebon Banjir Demanasi DPRD soal MBG dan BBM
Buaya Besar Muncul di Sungai Cimandiri, Warga Waspada
SPMB 2026: 751 Sekolah Swasta, 77 Ribu Siswa Ditampung
Berita Terbaru
Pawai Obor 1 Muharram 1448 di Cigugur Tengah, Cimahi
Pemerintah Solo Koordinasi Kirab Pusaka Malam 1 Suro
Suzuki Grand Vitara: Efisiensi dan Biaya Rendah, SUV Praktis
Moriyasu Tulis Di Dallas: Jepang 2‑2 Imbang Belanda
Marc Cucurella Resmi Gabung Real Madrid Hingga 2032
Pemerintah Siap Bagikan Kompor Listrik Rp815 Miliar
MIN 5 Pidie Jaya Bangun Kembali, 8 Kelas Baru di Lahan Hibah
Tahun Baru Islam 1448 H: Ucapan Doa dan Harapan Bersama
Pawai Obor 1 Muharram 1448 Soreang: 3.000 Peserta & Kain Kafan
Polres Lamongan Tegaskan Peringatan Silat: Tidak Toleransi