Whitesky Teken LOI 60 eVTOL, Siapkan Jalur Implementasi

Lina F. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Whitesky Teken LOI 60 eVTOL, Siapkan Jalur Implementasi

Gambar atau konten salah?

Perubahan cara orang bepergian lewat udara di Indonesia terus berjalan. CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, mengatakan bahwa diperlukan pembangunan jalur implementasi agar teknologi ini bisa beroperasi dengan aman, mengikuti aturan yang berlaku, dan juga menguntungkan secara bisnis.

Whitesky Group baru saja menandatangani surat pernyataan minat atau Letter of Intent (LOI) untuk rencana pembelian sebanyak 60 unit pesawat eVTOL dari Shanghai Volant Aerotech Co., Ltd. Acara penandatanganan ini berlangsung dalam forum internasional tentang ekonomi ketinggian rendah di Shanghai, China, pada tanggal 22 Juli 2026. Langkah ini menjadi strategis bagi Whitesky untuk mempercepat perubahan mobilitas udara di Indonesia. Perusahaan ini ingin memperluas pengalaman operasionalnya, yang sebelumnya fokus pada layanan helikopter, menuju pengembangan generasi baru yang disebut Advanced Air Mobility.

Menurut Denon, LOI ini menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar serius untuk membawa teknologi eVTOL menjadi kenyataan di Indonesia. "Melalui LOI ini, Whitesky menyiapkan rencana pembelian 60 unit eVTOL Volant. Namun, langkah ini bukan semata-mata mengenai jumlah pesawat. Kami sedang membangun jalur implementasi agar teknologi ini dapat beroperasi secara aman, sesuai regulasi, dan layak secara komersial," kata Denon dalam keterangan tertulis pada Minggu, 26 Juli 2026.

Rencana pengadaan pesawat ini diarahkan untuk mendukung berbagai macam kebutuhan. Mulai dari konektivitas di dalam kota, akses menuju dan dari bandara, sektor pariwisata, pertambangan, perkebunan, hilirisasi industri, hingga perjalanan singkat antar pulau. Semua ini akan dilakukan secara bertahap. Prosesnya akan mengikuti sertifikasi pesawat, persetujuan dari regulator, kesiapan infrastruktur, evaluasi teknis, dan juga kelayakan model bisnis.

"Indonesia memiliki kebutuhan konektivitas yang sangat nyata. Pasarnya tidak hanya berada di kota besar, tetapi juga tersebar di kawasan industri, destinasi pariwisata, dan wilayah kepulauan yang membutuhkan solusi mobilitas lebih fleksibel," ujar Denon.

Whitesky bukanlah pendatang baru di bidang ini. Perusahaan sudah memiliki pengalaman dalam mengoperasikan helikopter, membangun heliport, dan menyediakan layanan mobilitas udara di berbagai sektor. Posisi ini membuat Whitesky tidak hanya menjadi pembeli pesawat, tetapi juga berperan sebagai operator, pengembang infrastruktur, penyusun skenario penggunaan, dan mitra implementasi lokal bagi produsen eVTOL dari luar negeri.

"Whitesky tidak memulai pengembangan eVTOL dari ruang kosong. Kami telah memiliki pengalaman operasi, infrastruktur, pemahaman pasar, dan hubungan dengan berbagai sektor industri di Indonesia," kata Denon Prawiraatmadja.

Selain rencana pembelian pesawat, kerja sama antara Whitesky dan Volant juga mencakup kesiapan operasi, dukungan teknis, pelatihan untuk pilot dan teknisi, perawatan, pengembangan tempat pendaratan vertikal atau vertiport, serta penyusunan model pembiayaan.

Dalam kesempatan yang sama, Denon Prawiraatmadja juga menjadi pembicara di seminar bertajuk "APAC & Middle East Market Access & Globalization Practices". Dalam presentasinya yang berjudul "Fostering eVTOL Strategies Towards the Implementation Phase", ia menjelaskan pentingnya kesiapan infrastruktur, kerangka regulasi, pengalaman operasional, pembiayaan, dan kerja sama lintas sektor untuk membawa eVTOL menuju tahap komersial.

Melalui LOI ini, Whitesky ingin menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar tujuan teknologi eVTOL. Lebih dari itu, Indonesia diharapkan bisa menjadi pusat implementasi yang menghubungkan kemampuan manufaktur global dengan kebutuhan konektivitas negara kepulauan.

Secara keseluruhan, langkah Whitesky menunjukkan bahwa transisi dari helikopter konvensional ke pesawat listrik eVTOL bukan sekadar soal membeli alat. Ada banyak aspek yang harus dipersiapkan, mulai dari aturan, infrastruktur, hingga sumber daya manusia. Dengan pengalaman yang sudah dimiliki, Whitesky mencoba mengambil peran lebih besar dalam ekosistem ini.

eVTOLWhitesky Groupmobilitas udaraLetter of IntentIndonesiaVolantAdvanced Air Mobility

Komentar

Memuat komentar...