Gambar atau konten salah?
Bert Verbruggen, kiper utama Timnas Belanda, berpotensi tidak tampil di laga perdana melawan Jepang. Pada 10 Juni 2026, ia tidak masuk latihan setelah cedera pinggul akibat benturan dengan pemain Uzbekistan di pertandingan uji coba. Cedera ini belum sembuh, sehingga staf pelatih menilai risiko tinggi bagi partisipasinya di Piala Dunia 2026.
Sejak cedera, Mark Flekken langsung menggantikan Verbruggen di lapangan. Kondisi fisik pemain lain di tim tetap baik, seperti yang dikatakan pelatih Ronald Koeman.
"Kami harus menunggu dulu. Kami rasa Verbruggen bisa tampil hari Minggu nanti, tapi kami harus memantau kondisinya per hari," ujar Koeman, yang dikutip oleh ESPN. Ia menambahkan, "Sisa pemain kondisi fisiknya oke semua."
Jika Verbruggen tetap absen, Flekken kemungkinan besar akan menjadi kiper utama. Timnas Belanda akan memulai Piala Dunia 2026 pada 15 Juni 2026 di pertandingan pertama melawan Jepang. Selain Jepang, Belanda juga akan bertanding melawan Swedia dan Tunisia di Grup F.
Keputusan akhir akan diputuskan setelah evaluasi kondisi Verbruggen pada hari Jumat. Selama ini, perhatian utama tetap pada pemulihan cedera pinggulnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
