Workshop UMKM Sawit Sumsel Fokus Sertifikasi Halal & Inovasi
Gambar atau konten salah?
Di Palembang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan kelapa sawit di Sumatera Selatan kini didorong untuk tidak hanya menjual bahan mentah, melainkan mengolahnya menjadi produk turunan pangan dengan nilai tambah tinggi. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing dan memperluas pasar hingga tingkat global.
Inisiatif tersebut diwujudkan melalui workshop penguatan kapasitas berjudul Sawitku Masa Depanku (Samade), yang diselenggarakan dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP). Fokus utama workshop ini adalah strategi sertifikasi halal dan inovasi produk turunan sawit.
Ketua Dewan Pengurus Wajib (DPW) Samade Sumatera Selatan, Jonli Sirait, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons atas tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, terutama terkait standar produk dan legalitas usaha. Ia berkata, “Workshop ini kami desain untuk membekali pelaku UMKM dengan kompetensi teknis, terutama dalam aspek sertifikasi halal dan inovasi produk. UMKM di Sumatera Selatan harus naik kelas dan mampu mengoptimalkan bahan baku turunan sawit menjadi produk pangan berkualitas tinggi.”
Di sisi lain, Helmi Muhansah, Kepala Divisi Kerja Sama dan UMKM BPDP, menegaskan pentingnya peran kelapa sawit dalam perekonomian nasional. Ia menambahkan, “Sawit adalah miracle crop yang berkontribusi besar terhadap devisa negara. Kami ingin memastikan kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menghasilkan peningkatan jumlah produk UMKM sawit yang tersertifikasi halal.” Ia juga menekankan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar global.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyambut positif langkah tersebut sebagai bagian dari percepatan pembangunan sektor perkebunan berbasis nilai tambah. Kepala Divisi PPHD Dinas Perkebunan Sumsel, Mupakanisin, menyatakan bahwa kolaborasi antara asosiasi dan lembaga pendukung seperti BPDP sangat membantu mengatasi kendala teknis yang dihadapi pelaku usaha di lapangan. Ia berkata, “Kami berharap melalui workshop ini hambatan teknis dapat teratasi, sehingga UMKM mampu memanfaatkan potensi turunan sawit sebagai komoditas unggulan daerah.”
Dengan dorongan sertifikasi halal dan inovasi produk, UMKM sawit di Sumatera Selatan kini diarahkan untuk beradaptasi dengan ekosistem digital serta memperluas pangsa pasar di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kesimpulannya, workshop Samade menandai langkah konkret dalam mendorong hilirisasi kelapa sawit di Sumatera Selatan, menekankan pentingnya sertifikasi halal dan inovasi produk sebagai kunci akses ke pasar global dan peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kebakaran Hutan Musi Rawas Utara Terus, Muba Terkendali
Venus & Jupiter Dekat di Langit pada 08–09 Juni 2026
Palembang Tangani 496 Kasus DBD, Dinkes Waspada Kemarau
SPMB 2026 Jambi: Mulai 8 Juni, Jalur Afirmasi & Mutasi
FESyar Sumatera 2026: Festival Ekonomi Syariah Palembang
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Berita Terbaru
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
Indonesia 108 GW, 85% Fosil, 15% Terbarukan, Target Tercapai
IHSG Tutup 5.839,78, Garuda Naik Setelah Jatuh Pasar
Fiskal Indonesia Aman: Defisit APBN 0,7% PDB, Purbaya
