Yassierli Ajak ASPAG Perkuat Pelatihan Keterampilan Depan

Ika P. · 2 min baca · 1 hari lalu · 17 dibaca
Bisik.id
Yassierli Ajak ASPAG Perkuat Pelatihan Keterampilan Depan

Gambar atau konten salah?

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) untuk memperkuat kerja sama pelatihan dan pengembangan keterampilan masa depan. Ajakan tersebut disampaikan pada Asia Pacific Group Ministerial Meeting yang berlangsung di rangkaian International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss sebagai respons atas perubahan dunia kerja yang dipicu oleh disrupsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI).

Indonesia percaya, kerja sama antarnegara kini semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri. Kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar,” kata Yassierli dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni 2026.

Negara-negara Asia Pasifik menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks. Pengangguran, peningkatan pekerjaan informal, risiko pergeseran pekerjaan akibat disrupsi teknologi dan AI, serta kebutuhan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif menjadi fokus utama. Tanpa kerja sama, setiap negara akan kesulitan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri dan sekaligus memastikan pekerja tetap mendapatkan pelindungan yang layak.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia menempatkan pengembangan keterampilan sebagai prioritas untuk menjawab ketidaksesuaian antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri yang terus berubah. Salah satu langkah konkritnya adalah Program Pemagangan Nasional bagi lulusan perguruan tinggi.

Program ini memberikan pengalaman kerja terstruktur selama enam bulan di industri, dengan dukungan uang saku dari pemerintah setara upah minimum. Tahun ini, program tersebut ditargetkan menjangkau 150.000 peserta pemagangan.

Selain itu, Indonesia menjalankan Program Pelatihan Vokasi Nasional yang menyasar lulusan sekolah menengah atas dan sederajat. Program ini ditargetkan menjangkau 300.000 peserta.

Yassierli menegaskan bahwa kedua program tersebut dirancang inklusif. Kesempatan peningkatan keterampilan dibuka secara setara bagi perempuan, penyandang disabilitas, serta masyarakat dari wilayah terpencil dan perbatasan.

“Bagi masyarakat, kerja sama keterampilan masa depan penting karena perubahan dunia kerja sudah terasa. Pencari kerja membutuhkan pelatihan yang sesuai kebutuhan industri, lulusan baru membutuhkan pengalaman kerja, pekerja membutuhkan keterampilan baru agar tetap relevan, dan kelompok rentan membutuhkan akses yang lebih adil untuk masuk ke pasar kerja.”

Dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara, Yassierli menyoroti bahwa perubahan dunia kerja sudah nyata. Melalui program-program yang inklusif dan berbasis kebutuhan industri, Indonesia berupaya menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan teknologi masa depan. Keterlibatan negara lain di ASPAG diharapkan dapat memperkuat sinergi, memperluas akses pelatihan, dan memastikan pekerja di seluruh kawasan dapat tetap relevan di pasar kerja yang terus berubah.

Keterampilan Masa DepanDisrupsi TeknologiArtificial IntelligenceProgram Pemagangan NasionalProgram Pelatihan Vokasi NasionalAsia Pacific GroupKolaborasi Lintas Negara

Komentar

Memuat komentar...