Zahro Operasi Kista Ovarium Akibat Pola Makan Tidak Sehat

Tika M. · 2 min baca · 27 hari lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Zahro Operasi Kista Ovarium Akibat Pola Makan Tidak Sehat

Gambar atau konten salah?

Siti Zahro, seorang perempuan berusia 23 tahun dari Bekasi, Jawa Barat, memposting kisahnya di akun TikTok @siti.zahro771 pada 07 Mei 2026. Ia mengungkapkan bahwa dia mengidap kista ovarium yang membuat perutnya membesar dan terasa keras seperti batu.

Di video tersebut, Siti menulis: Btw, nyesel makan seblak, lalu menjelaskan bahwa perutnya tampak seperti orang hamil. Ia menambahkan: Seminggu bisa 3 sampai 4 kali sih ka (makan seblak, red), trus kalo ga mam seblak ya baso, pokonya makanan ga sehat. Kata-kata ini menunjukkan kebiasaan makan yang seringnya tidak teratur.

Setelah menjalani operasi pengangkatan kista, Siti kini berada di masa pemulihan. Ia mengaku: Kondiri saya sekarang lagi masa pemulihan pasca-operasi. Gejala awal yang saya alami sering sakit perut bagian kanan, pinggang sakit serta punggung sakit dan pegal-pegal. Kata dokter karena pola makan yang nggak sehat, pikiran stres, dan sel telurnya nggak pecah sempurna. Menurutnya, pola hidupnya berkontribusi pada kondisi tersebut.

Dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG, spesialis Obstetri & Ginekologi dari Brawijaya Hospital, menjelaskan bahwa kista yang dilaporkan Siti kemungkinan merupakan Mucinous Cystadenoma berukuran besar, “bisa sampai 40 cm.” Ia menegaskan bahwa pola hidup tidak sehat, termasuk asupan makanan yang berantakan, dapat memicu munculnya kista ovarium.

Dr. Firman menambahkan: Memang pola hidup menyumbang, memang akan membuat kista itu lebih chance untuk terjadinya lebih besar. Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan sehat dan menghindari makanan manis berlebihan. “Karena kalau tidak seimbang, itu yang bisa menyebabkan perubahan sifat sel seperti yang kita lihat di video ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya pemeriksaan rutin ke dokter kandungan setidaknya satu kali dalam setahun, baik bagi yang sudah menikah maupun belum. “Karena tanpa itu, kami tidak bisa melihat adanya kelainan,” tutupnya.

Peristiwa ini menyoroti betapa pentingnya kesadaran tentang kesehatan reproduksi, terutama bagi wanita muda yang seringkali mengabaikan gejala awal. Kista ovarium, bila tidak terdeteksi dini, dapat tumbuh besar dan memerlukan intervensi medis. Siti dan Dr. Firman menegaskan bahwa pola makan seimbang, manajemen stres, dan pemeriksaan rutin menjadi kunci pencegahan serta penanganan yang tepat.

kista ovariumBekasiTikTokoperasi pengangkatanpola makan tidak sehatpemeriksaan rutinDr. Firman SantosoBrawijaya Hospital

Komentar

Memuat komentar...